Kapolda Papua hadiri rakor forkompida terkait corona

Papuaunik, – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menghadiri rapat koordinasi (rakor) forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) guna pencegahan dan penanaganan virus corona di Provinsi Papua.

Rapat itu digelar di ruang Gedung Negara Provinsi Papua, di Kota Jayapura, Jumat sekitar pukul 15.00 WIT hingga selesai.

Rakor ini dipimpin oleh Gubernur Papua Lukas Enembe yang didampingi Ketua DPRP Jhony Banua Rouw dan Ketua MRP Timotius Murib, Kapodla Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab.

Pada momentum itu, Lukas Enembe menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu sudahh memerintahkan Sekda Papua TEA Heri Dosinaen untuk mengambil langkah-langkah cepat penanganan virus di Indonesia, khususnya di Bumi Cenderawasih.

“Kami mengikuti keputusan atau instruksi Presiden Jokwoi. Saya juga ingin mendengar penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan terkait perkembangan sampai sejauh mana virus ini menyebar di Papua dan tingkat membahayakannya dan saya meminta masukan serta saran serta informasi dari semua pihak yang hadir pada rapat ini,” kata Lukas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Roby Kayame menjelaskan bahwa situasi terkini per tanggal 20 Maret 2020 hingga pukul 12.00 WIT data yang masuk di Posko Covid-19 Provinsi Papua adalah 7 orang PDP, 333 orang ODP dan jumlah pemeriksaan laboratorium di Litbangkes Jakarta sebanyak 5 orang.

“Rumah sakit yang disiapkan sebanyak 45 di Papua, jumlah rumah sakit rujukan yang ditetapkan Kemenkes sebanyak 3 rumah sakit tetapi berdasarkan hasil diskusi kami dan mengingat faktor resiko kita tambah 10 rumah sakit jadi total 13 rumah sakit,” kata Roby.

Sementara itu, Herman Asaribab menyampaikan bahwa TNI/Polri siap mendukung pemerintah daerah dalam pengamanan Pilkada, PON dan penanganan Covid-19.

“Kami telah menyiapkan Rumkitlap dan 5 ruang isolasi namun kami hanya memiliki 1 alat ventilator. Jika sudah ada yang terindikasi di daerah pegunungan agar Dinas Kesehatan langsung membawa dan ditangani di Kota Jayapura,” kata Herman.

Sedangkan, Paulus Waterpauw menyampaikan sebelumnya bahwa telah melakukan rapat koordinasi, namun perlu dibahas kembali terkait mekanisme penanganan terhadap penumpang di pelabuhan, bandara dan perbatasan.

“Kami telah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat dan telah menyiapkan 10 ruang isolasi di RS Bhayangkara namun kami juga hanya memiliki 1 alat ventilator,” kata Paulus.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 1