Ketua PBVSI Papua cek kesiapan atlit PON XX

Papuaunik – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Papua menggelar rapat pengecekan kesiapan atlit yang akan mengikuti PON XX tahun 2020 pada Oktober mendatang.

Dari keterangan tertulis yang diterima Papuaunik di Jayapura, Minggu, menyebutkan pada Minggu (1/3) pukul 17.00 WIT, Ketua Umum PBVSI Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw yang juga menjabat sebagai Kapolda Papua pimpin rapat pengurus PBVSI Papua di kediamannya di Jl. Trikora Dok V Atas Jayapura.

“Ketua umum ingin mengetahui langsung perkembangan kesiapan para atlit PON XX Bola Volly Indoor dan Out Door yang saat ini sedang mengadakan TC terpusat di beberapa Kota yaitu di Surabaya, Bandung dan Bali,” kata Ketua Umum PBVSI saat memimpin rapat.

Disela-sela rapat itu, kata dia, laporan dari masing-masing pengurus dalam rapat yang berlangsung kurang lebih dua jam itu lebih pada mengevaluasi sejauh mana kesiapan para atlit baik teknis maupun non teknis sehingga nantinya melalui TC ini diharapkan mampu membawa pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan prestasi atlit.

“Kami akan mengevaluasi para atlit maupun offcial yang dari perkembangan mulai dari persiapan umum selama tiga bulan yang telah berjalan mulai Januari hingga akhir Maret ini,” ujarnya.

Menurut dia, apabila dalam Training Center (TC) tidak ada perkembangan signifikan pada atlit maupun Official maka akan dilakukan evaluasi.

“Kami ingin dari hari ke hari para atlit dapat menunjukan kemampuannya mulai dari fisik maupun mental sebelum mereka bertanding pada ajang bergengsi nantinya,” katanya.

“Ada laporan dari masing-masing seksi dan itu akan kami tampung sebagai bahan evaluasi kami kedepan, kesiapan kita tujuh bulan dan bukan waktu yang singkat untuk mepersiapkan semua itu,” ujarnya.

Dia mengaku, memang ada beberapa atlit yang kondisinya tidak fit dan ada juga yang cidera, pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah dengan menurunkan tim medis untuk melakukan tindakan pemulihan sehingga atlit tersebut dapat bergabung kembali dengan rekan-rekannya.

“Melalui rapat ini, kami tampung perkembangan para atlit mulai dari tim volly putra Indoor yang saat ini melakukan Training Center di Bandung, tim volly putri Indoor di Surabaya dan tim putra serta putri Out Door atau Volly Pantai di Bali,” katanya.

Menurut dia, pihaknya melakukan pemusatan latihan di daerah tersebut sebagai ajang untuk melakukan beberapa ujicoba karena daerah tersebut memiliki atlit-atlit yang mempunyai kemampuan yang harus dijadikan lawan tanding, sehingga mengetahui kekurangan serta kelebihan dalam persiapan kedepan.

“Dari PBVSI kami targetkan medali emas baik itu Indoor maupun Out Door kami ingin tunjukan bahwa kami mampu bersaing dengan daera-daerah lain yang ada di wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia mengatakan, Papua memiliki potensi para atlit yang memiliki kemampuan diatas rata-rata sesuai standart nasional. Sehingga kesiapan yang akan dilakukan harus lebih matang.

“Kami ingin ciptakan atlit-atlit yang berprestasi ditingkat Nasional maupun Internasional yang dapat mengharumkan nama bangsa dan daerahnya,” katanya.

Selain pengecekan para atlit, kata dia, dalam rapat tersebut pihaknya juga membahas sarana dan prasarana yang saat ini dimiliki atau digunakan para atlit apakah akan ditambah ataukah tidak.

Selain itu, dari segi anggaran yang saat ini dimiliki apakah cukup atau masih adanya kekurangan untuk memenuhi kebutuhan para atlit maupun official.

“Administrasi juga cukup penting, sehingga para saat mendekati hari H, tidak disibukan oleh kekurangan-kekurangan adminitrasi tetapi dia sudah fokus kepada pertandingan yang akan dia hadapi,” ujarnya.

Ia menambahkan, itu semua merupakan kewajiban dan tanggungjawab para pengurus sehingga tidak ada kesalahan atau kekeliruan yang dihadapi nantinya. (Andika Pamanggori/ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

68 + = 77