Kapolda Papua datangi TKP lakalantas di Dogiyai

Papuaunik – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalulinta yang berujung penganiayaan terhadap seorang supri truk di Jalan Raya transPapua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, pada Minggu (23/02).

Dari keterangan tertulis yang diterima Papuaunik.com di Jayapura, menyebutkan, pada Minggu (1/3) pukul 06.15 WIT, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mendatangi lokasi kejadian kasus kecelakaan yang berujung pada penganiayaan seorang sopir truk.

Pada pukul 07.00 WIT, Kapolda beserta rombongan take off dari bandara Mozes Kilangin menuju bandara Monemani Kabupaten Dogiyai dengan menggunakan pesawat Airfast Indonesia PK-OCJ.

Pukul 08.18 WIT, Kapolda Papua dan rombongan tiba di Bandara Monemani Kabupaten Dogiyai disambut oleh Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Kapolres Nabire, Kapolres Paniai, Kapolres Deiyai dan Forkopimda selanjutnya menuju ke TKP kasus penganiayaan supir truk.

Pukul 08.30 WIT, Kapolda Papua tiba di TKP penganiayaan supir truk dan menerima penjelasan kronologis dan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh anggota Polres Nabire bersama anggota Mapolsek Kamu.

Penyampaian Kasat Lantas Polres Nabire secara singkat kronologis kejadian kecelakaan ganda pada Minggu, 23 Februari 2020 dimana sepeda motor yang dikendarai saudara Demianus Mote melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Dogiyai menuju Distrik Kamu Utara.

Kemudian menabrak babi sehingga korban tidak dapat mengendalikan motornya dan oleng ke kanan lalu tersrempet bemper mobil truk yang di kemudikan saudara Yus Yunus dari arah berlawanan sehingga mengakibatkan saudara Demianus Mote meninggal di tempat kejadian.

Sementara saudara Yus Yunus memberhentikan kendaraanya dan meminta bantuan menggukan radio mobil kepada rekannya atas nama Risman dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kamu dan pada Pukul 12.20 WIT, selanjutnya anggota Polsek Kamu mendatangi TKP.

Dari hasil olah TKP menunjukkan bahwa masing-masing kendaraan dalam kecepatan tinggi dan berupaya saling menghindar melihat bekas rem mobil truk sepanjang 28 Meter, posisi kendaraan mobil dari titik tabrakan sepanjang 31.70 meter berada diluar badan jalan sebelah kiri dari arah kendaraan dan  posisi motor dari titik tabrakan berjarak 14.20 meter berada diatas badan jalan kiri arah Paniai.

Penyampaian Wakapolsek Kamu dan Danpos Brimob, saat mendatangi TKP kami secara bersamaan mobil Patroli Polsek dan mobil Brimob menerobos masuk melewati rumput – rumput dimana jalan ke TKP sudah dipalang dan dijaga masyarakat banyak.

Setelah itu, kami berupaya untuk melindungi supir truk tersebut dimana posisi supir berada dipinggir jalan dan sudah dikerumuni massa yang sangat banyak, kami berupaya mengevakuasi supir ke dalam mobil patroli namun dengan situasi massa yang mulai brutal sehingga supir truk tersebut terseret dari dalam mobil, sehingga kami memberikan tembakan peringatan sesuai perintah Wakapolsek dan situasi massa semakin brutal.

Kami melihat massa sudah tidak takut dengan senjata dan mereka berupaya mendatangi anggota brimob yang membawa senjata laras panjang, selanjutnya saya memerintahkan agar anggota menjauh dari masyarakat karena kami melihat massa  menggunakan sajam parang dan besi panjang.

Setelah supir truk dikeroyok hingga terjatuh kemudian massa membubarkan diri dan kami meminta bantuan untuk menyiapkan mobil ambulance untuk mengevakuasi korban Sdr. Demianus Mote ke Puskesmas namun dari pihak keluarga dibawa ke kediamannya, selanjutnya mengevakuasi korban supir truk ke dalam mobil Patroli untuk dibawa ke puskesmas.

Kapolda Papua menyampaikan bahwa terkait kecelakaan kecelakaan ganda ini perlu dilakukan konferensi pers oleh Bupati Dogiyai, Bupati Nabire, Wakil Bupati Dogiyai dan Kapolres Nabire guna menyampaikan secara langsung fakta kejadian yang sebenarnya.

Terhadap para anggota yang mendatangi TKP, kata Kapolda, akan dilakukan pemeriksaan oleh Propam karena adanya korban jiwa dan akan dilakukan pemeriksaan apakah selama berada di TKP sudah sesuai SOP atau belum.

Lanjut dia, kepada Kasat Lantas agar melakukan penyelidikan dan penyidikan begitupula dengan Sat Reskrim. Kematian Saudara Yus Yunus sudah diterima oleh pihak keluarga dan meminta kepada pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku.

Pukul 09.00 WIT, Kapolda Papua bersama Bupati Dogiyai, Bupati Nabire melaksanakan doorstop bersama para wartawan.

“Perhatian kami agar membuat rambu-rambu jalan guna mengurangi kecepatannya sehingga kecelakaan seperti ini tidak terulang kembali dan saya minta kepada para personel dilapangan agar bekerja untuk mencari fakta-fakta hukum. Kasus ini kita akan terus dalami sehingga menjadi terang fakta hukum yang terjadi dilapangan,” ujarnya.

Kapolda Papua meminta kepada semua pihak untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovakasi oleh orang-orang yang akan memanfaatkan situasi ini.

“Situasi saat ini sudah aman dan kondusif dan pihak kepolisia akan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional untuk mendapatkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang terjadi sebenarnya,” tambah dia. (Andika Pamanggori/ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 27 = 35