Kapolda Papua sayangkan pengeroyokan supir truk hingga tewas

Papuaunik – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyayangkan
insiden pengeroyokan terhadap supri truk Yus Yunus (27) hingga tewas di Jalan Raya trans Papua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, pada Minggu (23/02) lalu.

Akibat kecelakaan kendaraan bermotor dan pengeroyokan itu menyebabkan seorang pengendara motor atas nama Demianus Mote (37), warga Kabupaten Dogiyai, dan sopir truk atas nama Yus Yunus (27) asal Polewali Madar, Sulawesi Barat meninggal dunia 

Dari keterangan tertulis yang diteruma  Papuaunik.com, Kamis, Kapolda Papua mengatakan turut prihatin atas meninggalnya Yus Yunus (27) akibat penganiayaan yang dilakukan sekelompok warga di Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai.

“Terlebih saat itu telah ditangani oleh anggota yang berusah mengamankan korban,” katanya.

Polda Papua, kata dia, telah memerintahkan untuk menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

“Kami telah menurunkan tim baik itu dari Propam Polda Papua dan dibantu oleh anggota Mapolres Nabire serta Mapolsek Kamu. Tim sudah kami turunkan dan kami akan coba klarifikasi dan mencari fakta guna mengatahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam kejadian itu,” ujarnya.

“Saya secara pribadi prihatin terhadap kasus penganiayaan yang menewaskan supir itu. Yang jelas saya dapat informasi korban dicurigai merupakan pelaku tabrak lari terhadap korban yang meninggal, namun ternyata bukan dia sebenarnya, artinya salah sasaran. Dan kami akan tindak para pelaku,” katanya lagi.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membantah adanya unsur pembiaran yang dilakukan anggota di lapangan. Apa yang dilakukan oleh anggota sudah tepat, jika anggota bertindak seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat lainnya seperti apa yang dikomentari di media sosial maka akan terjadi situasi yang semakin sulit untuk dikendalikan.

“Korban jiwa yang terjadi juga karena situasional. Harus ditekankan bahwa yang seharusnya tidak boleh dilakukan adalah main hakim sendiri yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat tersebut dimana kejadian tersebut sudah ditangani oleh anggota kami dilapangan bukan malah menyalahkan aparat,” ujarnya.

Ia menambahkan, diketahui bahwa video yang berdurasi kurang lebih lima menit beredar di media sosial yang memperlihatkan tindakan kekerasan tidak manusiawi yang dilakukan oleh sekelompok warga.

“Kami menghimbau kepada setiap masyarakat untuk menahan dii dan tidak kembali melakukan provokasi sehingga kejadian ini dapat diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa menyampaikan bela sungkawa dan permintaan maaf terkait kecelakaan kendaraan bermotor berujung insiden pengeroyokan terhadap supri truk di Jalan Raya transPapua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai, pada Minggu (23/02).

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai atas nama para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan serta seluruh masyarakat menyampaikan turut berduka cita dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga almarhum Yus Yunus dan kepada seluruh warga Polewali Mandar dan warga Sulawesi yang berada Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Nabire, Sulawesi dan dimanapun berada,” katanya.

“Kami berdoa semoga arwahnya diterima oleh Alla, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini. Dan kami berharap semoga permohonan maaf kami dari lubuk hati yang terdalam ini dapat diterima,” sambungnya.

Pemkab Dogiyai, kata dia, juga menyampaikan hal yang sama kepada keluarga almarhum Demianus Mote. “Semoga arwahnya diterima oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini,” katanya.

Berkaitan dengan hal ini, perlu diklarifikasi dan dipertegas mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar, bahwa pengeyorokan dan pembunuhan terhadap sopir Yus Yunus bukan sebagai upaya balas dendam atas kematian ternak babi, karena para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap tidak mempersoalkan kematian babi.

“Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian Demianus Mote yang dicurigai ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia,” katanya.

“Sekali lagi, saya pertegas bahwa ini tidak benar. Apalagi beberapa pihak mempunyai pemahaman dan kronologis yang berbeda-beda mengenai masalah ini, dan perbedaan itu menyebabkan tanggapan yang berbeda-beda pula,” katanya.

Untuk itu, agar masalah tidak menjadi simpang siur dan agar menjadi terang-benderang sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya, maka Pemkab Dogiyai mempercayakan pihak berwajib (kepolisian) untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini.

“Dan diharapkan hasil penyelidikan secara baik dan benar itulah yang perlu dipercayai. Pemkab Dogiyai tidak mengharapkan masalah ini membesar, meluas dan menyimpang dari kejadian yang sebenarnya. Perlu dipahami bersama bahwa masalah ini tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, rasisme, agama, suku, kepulauan dan lainnya,” katanya.

“Dan juga ini bukan masalah antara orang Dogiyai dengan orang Polewali Mandar atau masalah antara orang Papua dan orang non-Papua. Masalah ini murni kecelakaan lalu lintas dan kriminal. Karena itu dimohon untuk tidak mengaitkan masalah kecelakaan lalu lintas dan kriminal ini dengan masalah politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya,” katanya pula.

Atas nama Pemkab Dogiyai, Yakobus memohon kepada semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk menahan diri dan tiadk melakukan aksi balas dendam atas permasalahan ini. Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum. (Andika Pamanggori/ma)