Pemuda Adat Papua ajak warga dukung kamtibmas yang kondusif jelang PON

Papuaunik, – Para Pemuda Adat Papua yang berada di Kota Jayapura mengajak kepada segenap elemen warga di Bumi Cenderawasih untuk bersama-sama menjaga dan mendukung kamtibmas yang kondusif agar pelaksnaan PON XX pada Oktober-November mendatang berjalan aman dan lancar.

Demikian hal ini dikemukakan oleh Ketua Umum Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo didampingi sejumlah wakil dan pengurus organisasi itu di Kota Jayapura, Rabu petang.

“Mari kita bersama-sama mendukung terciptanya jaminan keamanan dan kenyamanan bagi terciptanya jaminan keamanan dan ketertiban umum masyarakat dalam mendukung sukses terselenggaranya pilkada dan PON XX,” katanya.

Yan yang didampingi Leo Himan, Karel Suebu, Rando Rudamaga, Abdul Muis Iba, Marinauas Komanik, dan Saneraro Wamaer menegaskan bahwa Pemuda Adat Papua akan selalu menjadi mitra kerja yang baik bersama pemerintah TNI dan Polri serta masyarakat adat, pemuda, pelajar dan mahasiswa dalam mendukung terselenggaranya PON XX berjalan dengan baik mencapai tujuan olahraga nasional yang sukses di tanah Papua.

“Pekan Olahraga Nasional ini adalah yang pertama kali sejak integrasi bangsa Papua menjadi bagian integral dari NKRI. Komitmen ini merupakan integritas Papua dalam bingkai NKRI,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Pemuda Adat Papua adalah organisasi kemasyarakatan kaum muda Papua yang lahir dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua dan merupakan potensi pemuda lainnya yang bernaung di bawah dan berhimpunan ke Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sebagai Wahana perekat dan pemersatu pemuda Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Gagasan awal historis dilaksanakannya PON sebagai gelaran olah raga di Indonesia adalah mencari bibit-bibit atlit berbakat di setiap cabang olah raga diseluruh penjuru negeri ini untuk mempersiapkan diri dalam keikutsertaan Asian Games pertama 1951 dan Olimpiade Musim Panas Helsinksi 1952.

“Selain itu, semangat yang digelorakan melalui PON adalah memupuk persaudaraan, persatuan untuk membangun karakter bangsa melalui olahraga. PON menjadi momentum strategis perekat persatuan nasional yang terorganisir sistematis melalui pembinaan atlit-atlit di masing-masing daerah untuk mendulang pundi-pundi emas dari berbagai cabang olahraga yang mengikuti perhelatan kompetisi pertandingan dan/atau perlombaan,” katanya.

Pemuda Adat Papua mendukung terselenggaranya PON XX dengan harapan agar potensi dalam diri pemuda ikut serta dilibatkan atau berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan dalam menjamin terciptanya suasana yang aman, tertib dan damai bagi ketertiban umum masyarakat untuk mendukung sukses terselenggaranya agenda nasional berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan kepada atlet daerah dari seluruh Indonesia agar melihat tanah dan masyarakat Papua sebagai bagian integral dari daerah mereka dalam bingkai NKRI tanpa adanya stigma negatif terhadap isu-isu pergerakan Papua Merdeka dan lain sebagainya, sebab stabilitas politik daerah sangat aman,” ujarnya.

Yan juga menyampaikan bahwa even-even yang diselenggarakan baik dalam bentuk pertandingan dan ataupun perlombaan para peserta atau atlet agar mengutamakan sportifitas dan fair play serta profesionalitas bertanding bagaimana menyajikan seni olah raga yang baik yang dinikmati oleh para penonton dan dikenang sepanjang masa.

“Jauhkan ego kedaerahan yang berbuntut kepada konflik emosional apalagi konflik fisik atau tawuran antara sesama atlet lebih daripada itu tawuran para penonton dan atau suporter, kami menegaskan agar jangan ada tindakan subjektivitas kedaerahan melainkan mengutamakan persatuan nasional sebab ini adalah Ajang untuk menyeleksi dan mengoleksi bibit-bibit atlet terbaik untuk menjadi duta Indonesia dalam Sea Games yang akan datang,” pintanya.

Kembali Yan, mengingatkan bahwa Pemuda Adat Papua adalah bagian integral dari pemuda Indonesia di tanah Papua yang pada hakekatnya adalah pemilik sah hutan, dusun, sungai, lautan sebagai bentangan alam semesta dan atau pemilik sah tanah warisan leluhur serta budaya dan adat istiadat di atas tanah Papua.

“Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Jayapura Provinsi Papua. Merupakan momentum dalam merekatkan solidaritas persatuan Indonesia melalui olah raga antar sesama pemuda/i yang berprofesi sebagai atlet dari 34 provinsi tentunya datang dari latar belakang budaya, bahasa dan adat istiadat serta agama yang berbeda-beda adalah merupakan satu-kesatuan persatuan nasional yang Berbhineka Tunggal Ika,” katanya.

Perhelatan Pekan Olahraga Nasional Ke 20 tahun 2020 di Jayapura selain merupakan wahana pengembangan minat bakat dan kegemaran pemuda/i Indonesia juga merupakan momentum konsensus politik pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928, yaitu komitmen menjaga dan mempertahankan bahasa yang satu bahasa Indonesia, bangsa yang satu bangsa Indonesia, dan tanah air yang satu tanah air Indonesia.

“Sebagai ketua umum Pemuda Adat di tanah Papua, saya mengajak dan menghimbau peran aktif seluruh potensi Pemuda adat tanah Papua yang berada di wilayah adat tanah Tabi, wilayah adat Saireri, wilayah adat Meepago, wilayah adat Lapago, wilayah adat Anim Haa, wilayah adat Domberai dan wilayah adat Bomberai agar mensinergikan satu sikap dan komitmen dalam prinsip-prinsip satu kesatuan sosial budaya dan satu kesatuan sosial antropologi yang diintegrasikan daripada filosofi budaya Papua terhadap filosofi Pancasila untuk menyukseskan sukses terselenggaranya Pekan Olahraga Nasional ke-20 tahun 2020 di Jayapura Provinsi Papua,” katanya.

“Kami meminta juga kepada rekan-rekan pemuda adat di empat kabupaten yang jadi arena gelarnya PON XX 2020 yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke agar bersama sama menjaga keamanan dan ketertiban umum demi suksesnya PON XX 2020,” tambahnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 4