Paul Baru Anak Adat Kabupaten Tambrauw

Papuaunik- Menanggapi Pernyataan yang disampaikan oleh sekelompok pendemo yang menolak Vinsent Paulinus Baru, S.T, M.URP sebagai calon Anggota DPRD PB Jalur Otsus yang dilakukan pada Hari Senin (25/2) di Kantor Kesbagpol Provinsi Papua Barat, maka mewakili Suku Miyah, Suku Ireres, Suku Besar Mpur, Suku Mpur Wot, Ketua LMA Abun, Ketua LMA Karon Tambrauw di Kabupaten Tambrauw dengan Tegas Menolak Pernyataan  tersebut.

“Kami tegaskan kembali lagi bahwa anak kami Paul Baru Adalah anak adat kami dari Suku Miyah dan Ireres Kabupaten Tambrauw. Untuk para pendemo kami para Kepala Suku menyampaikan bahwa sebelum berbicara tentang saudara Paul Baru harus bertanya kepada kami para kepala suku di Wilayah Tambrauw yang lebih tau warga kami di Kabupaten Tambrauw,” tegas Kepala Suku Ireres Kabupaten Tambrauw, Stef Syufi mewakili empat suku lainnya melalui siaran pers yang diterima papuaunik, belum lama ini.

Syufi meminta kepada sekelompok pendemo agar segera meralat pembicaraannya dalam waktu 1X24 jam, karena jika tidak, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum, karena hal ini berkaitan dengan mencemaran nama baik dari Paul Baru sebagai salah satu anak adat dari Suku Ireres dan Suku Miyah.

Syufi mengatakan, proses Seleksi DPRD PB Jalur Otsus perwakilan Kabupaten Tambrauw telah dilakukan secara bertahap mulai dari Musyawarah Suku yang dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2019 bertempat di Aula Kantor Desa Sausapor dimana dalam Keputasan tersebut telah memilih 4 nama yang mewakili masyarakat adat di wilayah Tambrauw.

“Dimana dalama proses tersebut anak kami Paul Baru merupakan anak adat dari Suku Miyah dicalonkan oleh Suku Miyah dan Suku Irreses  Kabupaten Tambrauw untuk mewakili masyarakat adat Tambrauw dalam proses seleksi calon Anggota DPRD PB mewanisme pengangkatan di tingkat Provinsi Papua Barat,” katanya. 

Syufi menjelaskan, berdasarkan hasil sosialisasi Perdasus No 4 Tahun 2020 oleh Panja  DPRD PB mekanisme pengangkatan di Kabupaten Tambrauw,  tanggal 12  November 2019 di Sausapor. Dimana setiap Kabupaten/Kota menggusulkan tiga nama dari kelompok masyarakat adat sebagai calon anggota DPRD jalur Otsus untuk mengikuti proses seleksi di tingkat Provinsi.

Bersasarkan hasil tersebut, maka Para Kepala Suku (Miyah, Mpur, Ireres, Abun dan Ketua LMA Abun dan Ketua LMA Karon Tambrauw) telah melakukan Rapat untuk merevisi 4 nama calon yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Adat (Musdat),  menjadi 3 nama Calon yang diusulkan untuk mewakili Masyarakat adat Tambrauw utuk mengiktu proses  seleksi DPRD PB jalur  Otsus di tingkat Provinsi Papua Barat.

“Berdasarkan Sosialisasi tersebut, maka pada tanggal 18 November 2020 para kepala suku bertemu kembali di Susapor untuk merevisi 4 nama menjadi  tiga nama calon yang akan diusulkan ke tingkat Provinsi.  Hasil revisi tersebut, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Kepala Suku (SK) No 03/REK-KST/XI/2019 telah memilih tiga nama untuk mewakili masyarakat adat Tambrauw,” jelasnya.

Dia menyatakan, setelah melalui penjelasan kepada Pansel Kepada Panja di tingkat Kabupaten Tambrauw bahwa Kabupaten Tambrauw hanya mengirim dua orang calon perwakilan Masyakat adat Tambrauw, maka para kepala suku bersepakat untuk mengirim dua nama Yaitu nomor urut satu atas nama Vicentius Paulinus Baru dan Nomor urut dua atas Drs. Bernabas Sedik, mewakili masyarakat adat Tambrauw untuk mengikuti proses seleksi DPRD jalur Otsus di Provinsi Papua Barat.

“Proses yang sudah berlangsung sesuai mekanisme yang ada, kami para Kepala Suku tau siapa warga kami yang kami usulkan, sehingga mereka-mereka yang diputuskan mewakili masyarakat adat Tambrauw bukan warga dari luar wilayah Kabupaten Tambrauw. Calon yang kami usulkan sudah melalui rapat kepala suku dengan memperhatikan berbagai pertimbangan matang berdasarkan pengalaman, desikasi, tingkat pendidikan dan kemampuan yang dimiliki untuk berbicara mewakili masyarakat adat 4 Suku Asli di Kabupaten Tambrauw,” ujarnya. (ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 10 = 17