BBMKG sampaikan peringatan pola belokan angin di Papua Barat

Papuaunik – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Provinsi Papua mengeluarkan peringatan dini pola belokan angin (she air line) di wilayah Papua Barat.

Kepala BBMKG Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili di Jayapura, Senin, mengatakan terdapat pola belokan angin (she air line) di wilayah Papua Barat sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.

Petrus tidak merinci secara detail wilayah-wilayah mana yang terdapat pola belokan angin. Selain itu, BBMKG Jayapura juga mengeluarkan waspada angin kencang dan tinggi gelombang.

“Waspada kecepatan angin dapat mencapai 20-25 knots di wilayah perairan Papua Barat dan Papua Bagian Selatan,” kata Petrus.

Sementara, lanjut dia, berpotensi terjadi  gelombang tinggi mencapai 2,50 hingga 4,00 meter di wilayah Samdera Pasifik utara Papua, perairan Biak, dan Laut Arafuru bagian timur.

Prakiraan cuaca dan gelombang laut serta belokan angin wilayah perairan ini berlaku 24 jam, mulai 24 Februari 2020 pukul 09.00 WIT.

Terkait itu, kata Petrus, pihaknya mengingatkan nelayan dan nakhoda kapal agar mewaspadai gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi di wilayah perairan Papua dan Papua Barat.

Dia berharap nelayan, nakhoda kapal Tongkang, Kapal Ferry dan kapal berukuran besar memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

“Untuk perahu nelayan diharapkan mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1,25 meter,” katanya.

Untuk nakhoda kapal tongkang, diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang diatas 1,5 meter.

Kemudian, nakhoda kapal Ferry pihaknya beraharap memperhatikan kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

“Sedangkan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar diharapkan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 12 knot dan tinggi gelombang diatas 4,0 meter,” katanya.

Petrus juga memohon kepada warga yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi tinggi gelombang agar selalu waspada. (ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 6