Kejagung-Kejari Jayapura tangkap Wakil Bupati Sarmi

Papuaunik-Tim Program Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung RI dan Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura dan dengan dukungan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI menangkap Wakil Bupati Sarmi,  Yosina Troce Insyaf.

Dari keterangan tertulis yang diterima Papuaunik.com dari Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono di Makassar, Selasa, menyebutkan Waki Bupati Sarmi Yosina Troce Insyaf ditangkap di L’avenue Apartment and Residence, Jalan Raya Pasar Minggu Nomor S801 Kav. 16 RT.7 RW. 9 Pancoran Jakarta Selatan, Selasa sekira pukul 01.30 WIB.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, pada Selasa, 18 Februari 2020 sekira pukul 01.30 WIB, Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura dan dengan dukungan Tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung RI telah berhasil menangkap terpidana Yosina Troce Insyaf.

“Yosin Lahir di Sarmi, pada 2 Februari 1977 (43 tahun), Jenis Kelamin Perempuan, Pekerjaan Wakil Bupati Sarmi Papua dan bertempat tinggal di Basecamp Kelurahan Sarmi, Kabupaten Sarmi,” kata Hari melalui keterangan tertulis yang diterima.

Yosina Troce Insyaf adalah terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi pelaksanaan kegiatan pembangunan bendungan irigasi lokasi SP II tahap satu di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, tahun annggaran 2012 dengan Kerugian Negara sebesar Rp2.289.990.621,75,-

Lanjut Hari Setiyono, yang berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI (MA) Nomor : 1524K/Pid.Sus/2018 tanggal 14 November 2018, dihukum dengan pidana penjara empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan kurungan.

Terpidana Yosina Troce Insyaf ditangkap di L’avenue Apartment and Residence Jalan Raya Pasar Minggu Nomor S801 Kav. 16 RT.7 RW. 9 Pancoran Jakarta Selatan oleh Tim Tabur yang dipimpin oleh N. RAHMAT, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura dengan dukungan Tim Tabur Kejaksaan Agung RI dan Tim AMC Kejaksaan Agung RI, guna pelaksanaan hukuman atau eksekusi berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI tersebut diatas.

Hari menjelaskan, Program Tangkap Buronan (Tabur) merupakan upaya optimalisasi penangkapan buronan pelaku kejahatan dalam rangka penuntasan perkara baik tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

“Ditetapkan target bagi setiap Kejaksaan Tinggi di seluruh Indonesia yaitu minimal satu kegiatan pengamanan terhadap buronan kejahatan untuk setiap triwulan,” ujarnya.

Menurut dia, pada periode 2018-2019 terdapat 371 orang buronan pelaku kejahatan yang berhasil diamankan melalui program ini, terdiri dari 207 orang buronan kejahatan di tahun 2018 dan 164 orang buronan kejahatan di tahun 2019.

Ia menambahkan, pada 2020 Program Tabur untuk Kejati Papua merupakan keberhasilan yang pertama sedangkan secara nasional Program Tabur telah berhasil mengamankan sebanyak lima orang. (ma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

93 − 88 =