Laporan Veronika Koman hoax tentang 57 tahanan politik hoax

Papuaunik, – Laporan ataupun pernyataan dari Veronika Koman pengacara HAM terkait data 57 tahanan politik dan 234 korban sipil yang disebut tewas di Nduga sejak Desember 2018 hoax.

Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo di Kota Jayapura, Minggu menanggapi pernyataan Veronika Koman yang bisa membuat kegaduhan di Bumi Cenderawasih.

“Saya kira pernyataan atau laporan dia (Veronika Koman) hoax dan provokatif. Ini bisa buat kegaduhan di Papua, padahal dia tidak ada disini 57 orang itu bukan tahanan politik tapi diduga sebagai pelaku kriminal pada tahun lalu,” katanya.

Sehingga, Arebo sapaan akrabnya meminta kepada Kapolda Papua untuk mengambil langkah tegas kepada Veronika Koman yang hanya mengambil keuntungan pribadi untuk isu Papua di mata internasional.

“Dia (Veronika Koman) hanya mencari keuntungan pribadi dengan menjual isu Papua ke dunia luar, sebelumnya dia bukan apa-apa. Tapi belakangan ini dia terlalu membuat ribut di Papua termasuk peristiwa kerusuhan pada tahun lalu, patut diduga dan diminta pertanggungjawabannya,” kata Arebo mantan Ketua KNPI Mamberamo Raya itu.

Pada Jumat (14/02/2020), Kapolda Papu Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan pernyataan Veronika yang kini berstatus tersangka oleh Polri tersebut, tidak benar bahkan memutarbalikkan fakta yang ada, sebaliknya, 57 tahanan itu mendekam di penjara karena melakukan tindak pidana (kriminal).

“Saya tegas katakan pernyataan seorang saudara Veronica Koman ada 57 tahanan politik, saya katakan tidak benar,” katanya di Mapolda Papua sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Menurut Kapolda, pihaknya menangani secara profesional lewat penegakan hukum positif sehingga jika ada apa-apa di Papua jangan langsung dikaitkan dengan politik.

“Jangan dari (Australia) sana dapat data simpang siur lalu buang ke publik (di Indonesia bahkan dunia) kami di sini aparat yang ditugaskan negara secara sah dan sebagai perpanjangan tangan negara,” ujarnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 + = 48