Seribuan umat kristiani Waena ikut ibadah malam kunci tahun

Papuaunik-Seribuan lebih umat kristiani Waena, Distrik Heram, Abepura, Kota Jayapura, Papua mengikuti ibadah malam kunci tahun, 31 Desember 2019 di Gereja GKI Siloam Waena.

Pantauan Antara, Selasa malam, seperti ibadah malam kudus, seribuan lebih umat yang datang beribadah, memadati halaman bagian depan gereja, dan gedung serba guna disamping kiri gereja.

Dialam gereja, penuh sesak, sehingga pengelola gereja/majelis menyediakan tenda darurat dan kursi tambahan di halaman bagian depan gereja, untuk menampung ribuan umat yang datang beribadah. Umat yang datang juga memadati kursi tambahan yang disediakan di parkiran kendaraan roda dua samping kiri- kanan bagian depan gereja.

Tak hanya itu, pengelola gereja GKI Siloam Waena juga sibuk mengantarkan umat yang terlambat datang untuk mencari tempat duduk didalam gereja maupun didepan gereja dan gedung serba guna yang berada di samping gereja. Meski demikian, ibadah malam kunci tahun berjalan dengan aman dan lancar.

Pemimpin ibadah malam kunci tahun, pendeta Yosina Rejauw mengajak jemaat untuk membaca Alkitab dari Amsal 30:18-31. Tema yang diangkat dalam ibadah kunci tahun yakni “Hikmat Tuhan memimpin kita sampai akhir tahun.”

Mengawali khotbah, pendeta Yosina mengajak umat merenungkan dan menghitung hari-hari hidup selama 2019. Dalam setahun, ada 365 hari, 56 minggu dan 12 bulan sudah dilalui karena campur tangan Tuhan.

Dalam khotbah, Yosina mengatakan, berbagai pengalaman telah dialami, ada banyak hal yang pahit, menyenangkan, ada jugs peristiwa yang sudah dilalui sepanjang 2019.

“Kita lalui itu karena Tuhan Yesus yang telah merangkul kita sampai di penghujung 2019. Kita semua dituntun dan mengatasi semua masalah disepanjang tahun ini,” ujarnya.

“Merenungkan hidup kita kaitan dengan hikmat Allah itu, sebagai kekuatan yang menopang bapak/ibu dan sudara,” ujarnya lagi.

Lanjut dia, supaya mampu mengundang Tuhan dalam kehidupan sehari-sehari. Hidup kini di zaman teknologi, yang semakin hari semakin berkembang dan canggih, dari mana hikmat itu, hikmat dari Allah. Hikmat itu diberikan kepada orang yang dekat dan taat kepada Tuhan.

“Hikmat diberi dengan tujuan menyusun rencana pekerjaan dengan baik dan juga memperoleh hasil yang baik,” katanya.

Menurut Yosina, kitab Amsal ini unik karena lebih banyak berbicara tentang nasihat-nasihat, kata-katanya puitis karena orang-orang yang menulis kitab ini berhikmat. Belajar mengejar hikmat setiap hari, manusia diminta belajar dari binatang di sekitar kita.

Ada tiga hal, kata dia, yang diperlu dipahami. Pertama, kuasa dan hikmat Allah yang mempin manusia. Yang perlu dipelajari dibagian ini seperti tidak ada jalan untuk burung rajawali diatas udara padahal tidak ada kompas. Ular jalan diatas cadas tetapi tidak terluka.

“Bagian ink kita belajar mana yang baik yang kita ambil dalam hidup kita kedepan,” ujarnya.

Kedua, menjaga dan mempertahankan hal-hal yang jangan sampai merusak kehidupan. Bagian ini menjadi sebuah pembelajaran, supaya menjaga hidup ini dengan karakter yang bijak.

“Mari bijak dalam mengambil keputusan. Jangan mengambil keputusan dengan kepintaraan kita. Ada rambu-rambu yang harus kita ikuti dalam hidup ini,” ujarnya. terakhir ketiga, tambah dia, karakter bijaksana dalam mengambil keputusan, tapi juga menggunakan kepintaran untuk hal yang benar. Dengan hikmat belajar dari hal-hal yang ada dialam sekitar dimana kita berada. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 − = 48