Anggota Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST gugur ditembak KSB

Papuaunik, – Serda Miftachur Rohmat, anggota Yonif 713/ST yang merupakan satuan tugas (Satgas) pengamanan perbatasan (Pamtas) RI-PNG gugur ditembak oleh kelompok separatis bersenjata (KSB) ketika mengambil persediaan bahan makanan atau logistik disekitar 5 KM dari Pos Kali Asin, Kabupaten Keerom, Papua, Senin.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi penghadangan oleh KSB dan kontak tembak antara Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 713/ST di Jembatan Kayu.

“Kronolagis singkat kejadian bermula ketika 10 orang anggota Satgas Pamtas RI-PNG Pos Bewan Baru yang dipimpin oleh Serda Miftachur Rohmat berangkat dari pos Bewan Baru Menuju Pos Kaliasin untuk mengambil logistik,” katanya.

Sekitar 5 KM dari pos, kata dia, tepatnya di Jembatan Kayu, Anggota Satgas Pamtas tiba-tiba mendapat gangguan tembakan atau penghadangan yang dilakukan oleh sekitar 20 orang yang diduga dari KSB pimpinan Jefrizon Pagawak dengan menggunakan senjata api laras panjang.

“Melihat hal tersebut, anggota Satgas Pamtas RI-PNG dengan sigap berpencar untuk mencari tempat perlindungan dan membalas tembakan ke kelompok tersebut,” katanya.

Sekitar 15 menit membalas tembakan, lanjut dia, anggota Satgas berhasil memukul mundur kelompok tersebut dan setelah kontak tembak berhenti.

“Anggota Satgas melakukan pengecekan, dan di dapatkan dua orang personel terkena tembakan yakni Serda Miftachur Rohmat terkena luka tembak pada bahu kiri depan dan dinyatakan meninggal dunia dan personel lainnya atas nama Prada Juwandhy Ramadhan terkena luka tembak atau rekoset pada pelipis kanan dan pinggang kiri dan dinyatakan selamat,”Kata Kapendam.

Melihat dua orang rekan terkena tembakan, ungkap dia, anggota Satgas yang lainnya dengan cepat membawa korban ke Pos Bewan Baru untuk menunggu evakuasi dan selanjutnya untuk Prada Juwandhy Ramadhan mendapat penanganan medis oleh Bakes Pos Bewan Baru.

“Menerima laporan tentang kejadian tersebut Kodam XVII/Cenderawasih langsung berupaya mengevakuasi ke dua korban tersebut dengan menggunakan helly untuk mendapatkan penanganan lanjutan di RS Marthen Indey,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, Kodam XVII/Cenderawasih dengan tegas langsung memerintahkan Anggota Pos yang lain, yang berada disekitar Pos Bewan Baru untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut dan menutup akses-akses pelarian yang mungkin akan digunakan oleh kelompok tersebut ke negara tetangga PNG.

“Serta langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat RI yang ada di PNG, guna langkah diplomatik untuk penanganan kasus tersebut, demikian juga untuk Pos-Pos Pamtas sepanjang RI-PNG agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan guna antisipasi aksi-aksi lanjutan dari KSB,” Pungkas Kapendam.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

97 − = 90