Kapolda Papua ingatkan warga waspadai kelompok teroris

Papuaunik, – Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengingatkan kepada warga di Kota Jayapura agar mewaspadi masuknya kelompok teroris di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya.

Demikian hal ini disampaikan oleh mantan Wakabaiintelkam Mabes Polri itu ketika melaksanakan ibadah minggu pagi di Gereja Elim, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Minggu (29/12).

“Yang terpenting bapak dan ibu di wilayah kita sudah masuk kelompok-kelompok yang mau mengganggu kita, ini tentang terorisme. Kelompok Lampung, kelompok Sumatera Utara, kelompok Solo sudah pernah diungkap dan ada disini. Mereka sedang berlatih di sini,” katanya dalam sambutan dihadapan warga jemaat Gereja Elim Abepura.

Papua merupakan salah satu pulau terluas di Indonesia, sehingga menjadi tempat yang aman ataupun yang dinilai baik oleh kelompok tersebut untuk melaksanakan aksi atau latihan bagi mereka.

“Karena wilayah kita cukup luas, cukup nyaman bagi mereka untuk melakukan pelatihan-pelatihan. Bapak ibu, kita perketat semua itu, kita awasi dan percaya, tapi jangan terlalu curiga hanya saja kalau melihat ciri-ciri orang-orang yang hadir dengan tanda-tanda khusus masuk keluar rumah tidak pernah pamit tidak pernah beriteraksi dengan tentangga, sibuk dengan dirinya sendiri kita harus waspada,” katanya mencontohkan warga yang patut dicurigai.

“Kalau ada yang begitu secepatnya laporkan kepada pihak kepolisian, biar kami ikuti mereka. Memang mereka punya jaringan, tapi anggota kita, Densus 88 juga punya alat dan mempunyai jaringan untuk mengikuti mereka. Dan disini tanggal 5, 6, 7 Desember kita sudah tangkap cukup banyak disini terutama wilayah Sentani,” katanya lagi.

Menurut dia, kelompok tersebut biasanya beradaptasi dengan pekerjaan yang mudah dan gampang untuk dilakukan dan cepat mendapatkan nilai ekonomi.

“Ini perkembangan dinamika masyarakat dan mereka masuk dengan berbagai cover, seperti penjual bakso sate dan penjual makanan-makanan yang lain tapi jangan semua orang harus di curigai. Kalau boleh saya minta tolong di wilayah tempat tinggal lingkungan bapak ibu dan saudara-saudara semua, kalau ada yang berciri-ciri seperti ini tolong kasi info cepat kepada bapak majelis para hamba Tuhan nanti kita koordinasi, baru kita ikuti mereka,” pintanya.

Polri sebagai salah satu institusi negara dibidang penegakkan hukum, sudah pasti tidak tinggal diam. Tindakan tegas dan terukur, sudah pasti akan dilakukan apabila itu membahayakan petugas dan masyarakat, tentunya disertai dengan bukti-bukti yang kuat dalam melaksanakan suatu tindakan.

“Maka prinsip penegakan hukum di Kepolisian harus ada bukti yang cukup, mereka sedang merancang apa, menyiapkan sesuatu seperti apa nah itu baru bisa kita tangkap. Memang kadang-kadang kesal di hati, karena kita tidak boleh asal tangkap karena harus kita buktikan tentang keterlibatan atau perbuatan awal melawan hukum yang mereka lakukan,” katanya.

“Karena yang setiap kami tangkap, amankan yang kami proses hukum harus kita pertanggung jawabkan di sidang pengadilan dan di pengadilan, hakim biasanya meminta bukti itu, kalau tidak ada bukti mereka di pulangkan.

Yang saya mau harapkan masuk di Tahun 2020, situasi kita masih menghadapi pemilukada, kita juga masih melihat informasi yang berkembang dimana-mana tentang persepsi dan lain-lain,” katanya.

Mantan Kapolda Papua Barat dan Sumatera Utara itu meminta agar para pemuda bisa bersekolah ataupun kuliah dengan baik sehingga bisa bekerja dan hidup sesuai dengan cita-cita. Juga jangan cepat terprovokasi dengan ajakan pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga nanti menyesal dikemudian hari.

“Kalau yang punya pekerjaan kerja baik, pemuda pemudi kita yang masih mau memikirkan persekolahan, sekolah dengan baik. Jangan ikuti 3.000 mahasiswa pelajar dari seluruh kota studi Nusantara ini dari, Aceh sampai dengan Maluku Utara pulang, karena persoalan rasisme,” katanya.

“Saya sudah bicara dengan keras, saya bilang kita di Papua ini terlalu ikuti perasaan kita. Hidup ini normal-normal saja ada pagi siang dan malam, tidak bekerja tapi perasaan yang ditampilkan nah itu doakan bersama. Mudah mudahan Tahun 2020 bawa itu semua buang jauh-jauh dari kehidupan kita semua,” katanya.

Setelah melaksanakan ibadah di Gereja Elim, sekitar pukul 13.30 WIT Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw bersama keluarga melaksanakan kunjungan ke salah satu destinasi wisata ke Tugu McArthur di komplesk Rindam XVII/Cenderawasih, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pada momentum ini, Kapolda Papua juga memberikan tali asih berupa sembako kepada pengasuh/pembina siswa di Rindam XVII/Cenderawasih, pemberian tali asih di berikan secara simbolis kepada Karindam.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 16 = 26