Bawaslu Papua gelar media gathering bersama jurnalis Jayapura

Papuaunik, – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua menggelar media gathering bersama jurnalis Kota dan Kabupaten Jayapura dengan tema Pileg Pilpres 2019 dan Pilkada Serentak 2020 dalam Perspektif Media.

Media gathering itu digelar di Suni Garden Lake Hotel & Resort, Distrik Setani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (20/12) yang dipandu oleh Elvira Rumkabu, mantan presenter Papua Tv.

Adapun nara sumber yang hadir yakni tiga komisioner Bawaslu Papua yakni Ronald Manoach, Nico Tunjanan dan Anugerah Pata serta Sekretaris Bawaslu Papua Yuhendar Muabuay.

Dalam diskusi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIT hingga 13.00 WIT banyak hal yang mengemuka terkait refleksi Pemilu 2019 Menuju Pilkada Serentak 2020, yakni persoalan DPT, administratif kepemiluan, proses dan upaya mediasi dalam sengketa-sengketa Pemilu, sistem noken dan pengaruhnya terhadap hak konstitusional pemilih, terutama kelompok marginal seperti perempuan mauapun kelompok yang tidak punya hak “bicara” dalam sistem masyarakat tradisional.

Lalu, persoalan terkait menjelang Pilkada serentak muncul permasalahan akses dan pengawasan ke daerah terisolasi, dimana Bawaslu juga mendeteksi adanya kerawanan dan potensi konflik di beberapa kabupaten, sehingga perlu juga advokasi media.

“Ini menjadi tantangan terbesar Bawaslu. Selain persoalan kerawanan, hal lain juga terkait dengan pengawasan di tingkat distrik. Terkait hal ini, Bawaslu melakukan berbagai advokasi peningkatan kapasitas PPD,” kata Ronal Manoach.

Terkait dengan upaya pencegahan yang akan dilakukan oleh Bawaslu Provinsi sebelum Pilkada serentak 2020, Ronald mengajak para awak media untuk memainkan peran strategisnya.

“Meminjam istilah Bawaslu Kota Jayapura, maka perlu adanya advokasi dalam bentuk Literasi Demokrasi. Bisa dalam wujud kampanye terkait isu-isu politik uang, mobiliasi massa, dan lainnya. Hal penting lainnya adalah dalam tahapan ini media memainkan peran penting dalam melakukan counter-hoax ataupun tindakan-tindakan preventiv lainnya dalam upaya memberikan edukasi politik bagi masyarakat. Selain itu juga melalui publikasi,” katanya.

Menurut mantan Pangwaslu Kabupaten Jayapura itu upaya pencegahan dan pengawasan dapat juga dilakukan melalui kajan akademik dengan melibatkan lembaga pendidikan.

“Media dapat memainkan peran dalam menyuplai info maupun publikasi hasil kajian. Teman-teman media juga akan dilibatkan dalam program-program pelatihan jurnalistik yang akan dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi untuk peningkatan kapasitas staf,” kata Ronald.

Sementara itu, Alfian salah satu wartawan media nasional mengusulkan agar Bawaslu Papua bisa menunjuk juru bicara untuk menyampaikan tupoksi ataupun persoalan yang sedang ditangani oleh lembaga tersebut, sehingga semua kegiatan bisa terpublikasi dengan baik.

“Harapannya Bawaslu Papua menggandeng rekan-rekan media untuk publikasi semua kegiatan, jangan setelah ada persoalan baru mengundang rekan media,” kata Alfian menyarankan.

Mengenai sejumlah saran atau usulan dari rekan-rekan media, Sekretaris Bawaslu Papua Yuhendar Muabuay berjanji bahwa akan dikaji dan dilaksanakan jika hal itu sesuai dengan tupoksi Bawaslu dan juga terkait ketersediaan dana.

“Saya sudah mencatat dan juga memotret sejumlah saran dan masukan, harapannya rekan-rekan media tetap menjadi rekan kerja Bawaslu Papua dalam memberikan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemilu,” katanya.

Kegiatan itu diakhiri dengan berpose dan makan siang bersama.(Mus/Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54 + = 63