Akademisi sebut di Papua bukan hanya masalah politik dan merdeka

Papuaunik, – Akademisi dari Universitas Cenderawasih menyebutkan di Provinsi Papua bukan hanya masalah politik dan ‘merdeka’ yang terjadi dan mengemuka.

Demikian hal ini disampaikan oleh Elvira Rumkabu, salah satu dosen FISIP Uncen usai menghadiri, menonton pemutaran film dan mengikuti diskusi yang diinisiasi oleh Komnas HAM berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Tanah Papua, Papuan Voices yang didukung oleh Asia Foundation.

“Dari pemutaran film dan diskusi ini, saya bisa melihat bahwa yang terjadi di Papua bukan saja masalah politik dan soal merdeka atau referendum tetapi juga masalah budaya, lingkungan, pendidikan, sosial dan kesehatan yang perlu dilihat dan diperhatikan,” katanya.

Pemutaran film dan diskusi yang digelar di Dewan Kesenian Tanah Papua di Kota Jayapura pada Kamis (19/12) sore hingga malam itu untuk memperingati Hari HAM ke-71 pada tahun ini.

“Dari dua film dokumenter yang dibuat oleh komunitas Papuan Voices yakni soal perempuan dan pengungsi Nduga dan degradasi lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas PT Freeport, ini sebenarnya membuka mata kita bahwa ada banyak isu-isu di Papua,” katanya.

Lewat pemutaran film dan diskusi yang dikemas sedemikian rupa, kata Ira sapaan akrabnya, membuat para peserta yang hadiru mendapat gambaran baru atau pengetahuan yang luas soal lingkungan atau dimana daerahnya berada.

“Ini memberikan pengetahuan yang baru. Yang pasti apa yang dilaksanakan oleh Komnas HAM, Papuan Voices dan didukung oleh filmaker dari Yogyakarta sangat bagus. Saya kira diskusi seperti ini perlu dilakukan,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + = 21