Pastor John Jonga kutuk keras jika kepala daerah terbukti korupsi

Papuaunik, – Beredarnya sejumlah berita di media daring nasional, bahwa ada dugaan pencucian uang yang dilakukan oleh bawahan dan kepala daerah yang berasal dari Papua di tempat perjudian atau kasion di luar negeri, mendapat tanggapan keras dari salah satu tokoh agama di Bumi Cenderawasih.

Apalagi pemberitaan itu mendapat perhatian dari Presiden Jokowi yang sedang giatnya menggaungkan pembangunan infrastruktur dan SDM orang asli Papua agar sejajar dengan daerah lainnya di tanah air.

“Jika ada oknum kepala daerah yang melakukan tindakan seperti itu (mencuci uang di kasino, red) ini suatu perbuatan tindakan yang lebih jahat dari pada korupsi karena di kasino ini perjudian,” kata Pastor Jhon Jonga ketika dihubungi awak media di Kota Jayapura, pada Rabu (18/12).

Kalau hal ini benar, kata Pastor Jhon, Presiden Jokowi harus tegas dan mengambil tindakan untuk oknum kepala daerah dan bawahannya agar diproses, karena banyak rakyat yang menderita dan tidak mendapatkan pelayanan publik yang kurang maksimal akibat dari kegiatan yang tidak terpuji itu.

“Apalagi ini diungkapkan oleh Presiden Jokowi, saya juga heran harusnya cepat langsung ambil tindakan. Karena ini sudah melanggar indang-undang,” katanya.

Menurut dia, masyarakat Papua sedang mengalami banyak krisis, mulai dari krisis pelayanan kesehatan yang buruk, pendidikan yang buruk, seperti anak (pelajar, red) di luar Papua sampai saat ini belum ada yang pulang karena tidak ada yang punya dana, seharusnya dana-dana seperti itu digunakan untuk masyarakat Papua yang tidak berdaya pasti bermanfaat sekali.

“Kepala daerah seperti ini bisa diturunkan oleh kekuatan rakyat, karena rakyat pasti tidak setuju dengan sikap seperti ini,” katanya.

Pastor John juga menegaskan, ini adalah catatan khusus untuk Presiden Jokowi agar bisa mengungkap secara tuntas kasus ini.

“Harapannya Pak Jokowi segera perintahkan Kapolri yang baru jangan main-main terhadap kasus ini, karena dengan dugaan pencucian uang di casino ini rakyat Papua akan semakin tidak maju,” katanya.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

98 − 90 =