Film Keadilan Di Tanah Sendiri ceritakan pengungsi Nduga

Papuaunik, – Film dengan judul ‘Keadilan Di Tanah Sendiri’ yang dibuat oleh Nelson Paskalis Lokobal salah satu anggota Papuan Voices cabang Wamena, Kabupaten Jayawijaya menceritakan atau menggambarkan tentang situasi para pengungsi Nduga.

Ditemui usai kegiatan pemutaran film dan diskusi yang digelar di gedung Dewan Kesenian Tanah Papua di Kota Jayapura, Kamis (19/12) siang hingga petang, Nelson menyampaikan bahwa film tersebut berbentuk film dokumenter.

“Dengan durasi 15 menit. Film ini bercerita tentang para pengungsi Nduga di Kabupaten Jayawijaya yang datang dari Kabupaten Nduga,” katanya didampingi rekannya Harun Ona Rumbarar.

Nelson mengaku sebagai anggota dari Yayasan Teratai Hati Papua itu juga menyampaikan bahwa film tersebut lebih difokuskan terhadap isu pendidikan yang dialami oleh anak-anak usia sekolah yang mengungsi dari Nduga.

“Jadi, tidak semuanya diambil gambarnya di Wamena, tetapi ada beberapa gambar diambil di Nduga. Saat pengungsi lari dan bunyi tembakan, lalu saat anak-anak pengungsi sekolah. Kalau di Nduga gambarnya diambil di Mbua dan Yigi, salah satunya di hutan, saat pengungsi akan lari ke Wamena,” katanya.

Suasana pemutaran film dan diskusi memperingati hari HAM ke-71 di Kota Jayapura, Papua, Kamis (19/12)

Mengenai nilai produksi dalam pembuatan film dokumenter yang mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits B Ramandey, para aktivis dan pemerhati seni budaya Papua dan dari Yogyakarta, Nelson menyebutkan tidak sampai Rp10 juta.

“Tidak sampai Rp10 juta, dibawah itu nominalnya yang dibantu oleh Papuan Voices yang berpusat di Kota Jayapura. Kebanyakan habis untuk transportasi,” katanya.

Ia berharap film dokumenter tersebut bisa memberikan gambaran ataupun informasi kekinian soal masalah yang terjadi di Papua, khususnya di Kabupaten Nduga.

Pemutaran film dan diskusi ini digelar oleh Komnas HAM yang berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Tanah Papua, Papuan Voices yang didukung oleh Asia Foundation, serta filmaker dari Yogyakarta.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

46 − = 42