Tolak terorisme dan radikalisme mengemuka dalam reses anggota MRP

Papuaunik, – Pernyataan sikap tegas bersama menolak terorisme, radikalisme, separatisme dan hoax oleh pemangku kepentingan mengemuka dalam kegiatan reses anggota Majelis Rakyat Papua (MR) Dr Toni VM Wanggai dalam rangka penyelematan tanah dan manusia Papua serta menjaga kerukunan umat beragama yang digelar di Hotel Horex, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/12.

“Jadi, dalam reses ini mengemuka sejumlah hal diantaranya menolak terorisme, radikalisme, separatisme dan hoax oleh pemangku kepentingan yang hadir,” kata Tony VM Wanggai usai kegiatan.

Khusus untuk terorisme, kata dia, mendapat perhatian yang cukup besar karena pada awal pekan lalu aparat kepolisian melakukan penangkapan dan olah TKP terduga teroris di Doyo, Kabupaten Jayapura.

“Isu ini menjadi fokus kami, agar bagaimana kita menjaga kamtibmas kerukunan di Kabupaten Jayapura jelang perayaan Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020, sekalgus juga menjaga situasi tetap kondusif saat pelaksanaan PON XX pada 2020,” katanya.

Dia berharap, apa yang telah menjadi kesepakatan bersama oleh perwakilan pemangku kepentingan di Bumi Kenambay Umbay (nama lain Kabupaten Jayapura,red) bisa terjalin dan terjaga dengan baik.

“Kami harapkan zona integritas kerukunan di Kabupaten Jayapura bisa terjaga dengan baik,” kata Toni Wanggai yang juga Ketua NU Provinsi Papua.

Sementara itu, Pendeta Alberth Yoku, S.Th yang juga mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menyanjung kegiatan yang digelar oleh Toni Wanggai sebagai anggota MRP.

“Saya kira, hal-hal seperti ini sangat baik dan bijak dilaksanakan. Pak Toni melihat kegiatan ini sangat perlu untuk menyatukan persepsi para pemangku kepentingan bagaimana menyikapi persoalan ditengah warga dan umat,” kata Pdt Albert.

Sedangkan, Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengaku bahwa hingga kini situasi dan kondisi di daerah yang menjadi pintu masuk udara di Bumi Cenderawasih tergolong kondusif.

“Kami berterima kasih kepada Pak Toni Wanggai, yang sudah mengumpulkan kami para pemangku kepentingan dalam diskusi yang menarik. Keharmonisan antarumat beragama harus selalu didiskusikan agar bisa menjaga kamtibmas dan kerukunan umat beragama, secara umum Kabupaten Jayapura kondusif,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 3