LSM KAMPAK datangi Polda Papua suarakan aspirasi di Hari Antikorupsi

Papuaunik, – Lembaga Swadaya Masyatakat (LSM) KAMPAK Papua dan Forum Peduli Kawasa Byak (FPKB) mendatangi Polda Papua, di Kota Jayapura pada Senin (9/12) siang guna menyuarakan aspirasi di Hari Antikorupsi.

Kedatangan aliansi masyarakat dan LSM itu tidak lain ialah meminta dan mendesak aparat kepolisian untuk bekerja semaksimal mungkin guna memberantas tindak pidana korupsi khususnya di Kabupaten Biak Numfor.

“Harus ada upaya tegas dalam pemberantasan kasus korupsi mengingat Indonesia sebagai salah satu negara dalam Konvensi Anti Korupsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Johan Rumkorem, koordintor demo.

“Penguasa saat ini sangat diharapkan tegas, keras, efisien, dan efektif dalam melaksanakan kekuasaannya untuk penanganan Tindak Pidana Korupsi, yang mana Korupsi telah membuat rakyat sengsara dan meluluhlantahkan persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,” sambungnya.

Johan berharap adanya peran dari Polda Polda dan Kejaksaan Tinggi Papua untuk penanganan kasus tindak pidana korupsi yang ditangani., bisa menunjukkan bahwa negara hadir ditengah masyarakat selain menangani kasus lainnya.

“Korupsi adalah musuh Bangsa dan Korupsi merupakan suatu tindak pidana kejahatan kemanusiaan luar biasa (extra Ordinary Crimes). KPK menilai ada enam provinsi tertinggi indeks korupsinya dimana Papua masuk didalamnya,” katanya.

Sehingga, kata dia LSM Kampak Papua dan FPKB meminta dengan tegas kepada Kapolda Papua dan Kajati Papua bisa menunjukkan spresmasi hukum di tegakkan di Bumi Cenderawasih.

“Kami desak agar para pemimpin yudikatif, terutama Kapolda Papua dan Kajati Papua menunjukkan taringnya, berantas kasus korupsi tanpa pandang bulu,” kata Johan Rumkorem.

Sementara itu, Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua Kompol Darul ketika dikonfirmasi terkait aspira tersebut, mengaku akan segera ditindak lanjuti.

“Saat ini kasus korupsi salah satunya di Kabupaten Waropen dalam kenangan.

Bahkan dalam penanganan kasus Korupsi, Polda Papua mendapatkan peringkat pada 2018 dalam aspek penyelamatan kerugian negara terbesar dari Polda lainnya, uang ada di Indonesia,” katanya.

Ia menilai aksi tersebut merupakan dukungan moril kepada Polda Papua untuk mengungkap kasus korupsi di provinsi paling timur Indonesia.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

33 + = 43