Nilai toleransi dalam Pesparani I Katolik di Papua

Papuaunik, – Nilai toleransi dan wujud keberagaman antarumat beragama terlihat jelas dalam acara pembukaan pesta paduan suara gerejani (Pesparani) Katolik I tingkat Provinsi Papua yang digelar di auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis.

Nilai yang dimaksud itu tergambarkan jelas, ketika kelompok Qasidah Az Zahra dari Masjid Raya Jayapura tampil bersama dengan paduan suara Ave Maria Kota Jayapura dan GKI Pniel Kotaraja, bersahut-sahutan mulai menyanyikan lagu bahasa cinta, perdamaian hingga Pancasila rumah kita.

“Ini kali pertama kami berkolaborasi dalam sebuah kegiatan non muslim dan kami sangat bahagia. Inilah keberagaman yang sesungguhnya,” kata Nurbaya, salah satu anggota Kelompok Qasidah Az Zahra.

Sebagai umat beragama yang hidup berdampingan di tanah Papua, Nurbaya menilai tidak perlu mempersoalkan perbedaan dalam beragama, karena perbedaan merupakan keberagaman yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Oh iya, kami latihan hanya dalam satu minggu dengan anggota sebanyak 20 orang yang terdiri dari 14 perempuan dan 6 orang remaja laki-laki,” kata Nurbaya.

Ketua Panitia Pesparani I Katolik tingkat Provinsi Papua, FX Mote menyebutkan pesan dalam Pesparani adalah ingin menunjukan Papua tanah damai dan tetap hidup berdampingan antar umat beragama dari segala ras, suku dan agama.

“Tema besar kegiatan ini adalah sukacita memuji Tuhan. Masyarakat dari seluruh agama di Papua menjunjung tinggi toleransi dalam kehidupan sehari-hari dengan damai,” katanya.

Pesparani I di Provinsi Papua dilaksanakan mulai 14-18 November 2019 yang diikuti oleh 14 kontingen dari 29 kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih.

Ke-14 kabupaten dan kota itu adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Jayawijaya, Deiyai, Dogiyai, Nabire, Merauke, Asmat, Mappi, Biak, Yahukimo, Kepulauan Yapen dan Waropen.

Pembukaan Pesparani hari ini diperkirakan diikuti oleh 2.500 orang, sementara
lokasi perlombaan akan dilaksanakan di Gereja Kristus Terang Dunia Waena, LPMP Kotaraja, Gereja Pniel Kotaraja, dan aula STFT Fajar Timur Abepura.

Semenara untuk kegiatan yang dilombakan sebanyak 13 mata lomba, dengan pemenangnya akan diikutkan dalam Pesparani nasioanl II pada November 2020 di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 + = 34