Dua dari tiga pelaku pengeroyokan di Abepura ditangkap polisi

Papuaunik, – Anggota Polsek Abepura Kota berhasil menangkap dua dari tiga pelaku pengeroyokan dan penikaman Yohanes M pada Senin (11/11) dini hari lalu didepan kantor Bank Papua Distrik Abepura, Kota Jayapura.

Kedua pelaku itu berinisial K dan H, sementara pelaku lainnya yang sudah dikantongi identitasnya dalam pengejaran pihak kepolisian.

Kapolsek Abepura AKP Clief G Philipus Duwit di Abepura, Kota Jayapura, Rabu menjelaskan dua pelaku pengeroyokan itu, sementara mendekam di sel tahanan Mapolresta Jayapura Kota guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dua pelaku sudah kami tangkap setelah dilakukan penyidikan dan penyelidikan. Saat ini kami pun telah berkoordinasi dengan pihak Bank untuk meminta rekaman CCTV guna memburu pelaku lainnya,” katanya.

Menurut dia, kejadian pengeroyokan dan penikaman bermula ketika korban yang dalam pengaruh minuman beralkohol membanting gelas saat berada di sebuah warung makan.

Setelah itu, korban dan pemilik warung terjadi adu mulut, sementara para pelaku yang berada disekitar lokasi kejadian mendengar dan langsung melakukan pengeroyokan serta penikaman terhadap korban.

Untung korban berhasil lari menyelamatkan diri dengan menumpang pengendara ojek dengan kondisi terluka akibat kejadian itu.

“Korban dan pemilik warung terlihat cek-cok masalah sepele, dimana korban tidak disediakan air minum usai makan padahal air ada di atas meja, akibatnya korban membanting gelas yang berujung pada pengeroyokan,” katanya.

Mengenai kondisi korban, kata Clief, sudah membaik usai mendapatkan perawatan medis akibat luka sayatan di bagian perut dan punggung serta wajah.

“Korban sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan kini melakukan rawatan jalan,” katanya.

Clief menambah, para pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiyaan dan penikaman terhadap korban yang kesehariannya sebagai penjaga keamanan di instansi BUMN di Nabire.

“Para pelaku kami jerat pasal 170 tentang penganiayaan dengan ancaman 7 tahun penjara, sementara pelaku lainnya kami akan kejar dan tangkap,” katanya.

Terkait persoalan ini, Clief berharap masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu provokatif yang dapat menimbulkan konflik antara suku, mengingat kasus tersebut merupakan kasus keriminalitas murni tanpa ada unsur sara didalamnya.
(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 9