Asisten II Setda Papua sebut Pesparani bukan sekedar lomba

Papuaunik, – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) I di Provinsi Papua, bukan hanya sekedar menyajikan perlombaan paduan suara, namun Pesparani I di Provinsi Papua dapat menjaga semangat persaudaraan dengan sesama umat beragama yang hidup di tanah Papua, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian hal ini disampaikan oleh Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad yang mewakili Gubernur Lukas Enembe dalam acara pembukaan Pesparani I Katolik tingkat Provinsi Papau di auditorium Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura, Kamis malam.

Apalagi, kata dia, melihat situasi bangsa dan negara yang akhir-akhir ini yang sedang dilanda banyak cobaan, justru Pesparani I Katolik di Provinsi Papua menjadi momentum kebersamaan solidaritas.

“Terlebih kami di Papua, dengan semangat Pesparani I Katolik dapat menjunjung rasa kekeluargaan diantara sesama anak bangsa dalam satu saudara yang hidup di tanah Papua,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua, kata dia, bangga dengan diselenggarakannya Pesparani I Katolik yang melibatkan agama lain dalam kegiatan itu. Misalnya saja Ketua Umum Panitia Pesparani I Katolik yang ditunjuk adalah Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano yang diketahui beragama Kristen Protestan, lalu ada juga musik qasidah yang dilibatkan dalam pembukaan Pesparani.

“Termasuk saya yang hadir ditempat ini mewakili Pemprov Papua, kebetulan beragama Islam, serta hadir pula keterlibatan umat dari Hindu dan Budha. Ini semua menunjukkan bahwa kami di Papua sepakat menjaga Papua tanah damai dalam keberagaman dan toleransi beragama,” katanya.

Menurut dia, perbedaan adalah kodrat. Semua orang tak pernah mengetahui dan tak pernah meminta dirinya akan menjadi seorang beragama Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan dan Katolik. Termasuk setiap orang tak pernah meminta dan akan berasal dari suku Batak, Sunda, Jawa hingga Papua.

“Keterlibatan antarumat beragama pada pesparani menjadi bukti bahwa semua agama hidup berdampingan dan sepakat ikut dalam pembangunan di tanah Papua,” katanya.

Musa’ad juga mengingatkan kepada pemda di 29 kabupaten/kota, untuk berkontribusi dalam pengembangan kegiatan keagamaan, termasuk Pesparani dan kegiatan umat beragama lainnya.

“Hari ini laporan dari panitia, ada lebih dari 1.600-an peserta dalam lomba pesparani dan ini menjadi awal yang baik dalam kegiatan pesparani.
Kota Jayapura yang menjadi tuan rumah, harus melakukan yang terbaik dalam pelayanannya. Marilah kita tunjukan kepada semua orang, bahwa keberagaman di tanah Papua dapat membawa sukacita. Dari negeri matahari terbit inilah, kita semua sebarkan cinta kasih untuk menyinari Indonesia. Selamat berlomba kepada peserta pesparani dan ikuti prosesnya dengan baik,” katanya.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 57 = 67