Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih hadiri FGD dan kuliah umum di UI

Papuaunik, – Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menghadiri forum discussion grup (FGD) dan kuliah umum di Gedung IASTH, lantai 3 Kampus Universitas Indonesia (UI), Salemba, dengan tema ‘Merajut Papua dalam Bingkai NKRI’.

Pada momentum itu, mantan Kapolda Sumatera Utara itu menyampaikan bahwa Papua sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya karena begitu cepat dinamika kehidupan, apalagi didukung dengan antusiasme dari pemerintah pusat untuk mempercepat pemembangunan disegala bidang di Bumi Cenderawasih.

“Tetapi juga ada persoalan yang terjadi. Jadi, kita harus bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan masalah Papua,” katanya dihadapan para tamu undangan, dosen dan mahasiswa di Kampus UI.

Kaum muda hari ini, ungkap dia, memiliki berbagai koneksivitas dan kemauan kuat untuk belajar, oleh karena itu harus difasilitasi dalam mengembangkan diri masing-masing kearah yang lebih baik dan maju.

“Sementara, Indeks Pembangunan Manusia di Papua sangat rendah jika dibandingkan dengan wilayah lain, padahal dana Otsus sangat besar, namun masyarakatnya tetap kurang mampu,” katanya.

Pembangunan di Papua, kata Paulus yang kedua kali menjabat sebagai Kapolda Papua itu, harus dengan sungguh-sungguh, dengan kerja sama antar pemangku kepentingan yang ada, sehingga nanti dalam permasalahan yang akan datang atau berakhirnya Otsus sudah pasti akan terjadi pertentangan ditengah-tengah masyarakat.

“Apakah Otsus itu lanjut atau merdeka.

Perlu ada kejujuran dan objektifitas dalam melaksanakan pengelolaan dana Otsus, kapasitas penyelengara pemerintah daerah harus di tingkatkan karena masyarakat di kampung-kampung sangat tertinggal dan belum menikmati kekayaan alam Papua,” kata mantan Kapolda Papua Barat itu.

Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dalam kesempatannya mengatakan bahwa Ia bangga sebagai bangsa terbesar di kawasan Asia Tenggara yang memiliki Kebhinekaan Tunggal Ika sebagai kekuatan dan bangga ada Papua dalam bingkai NKRI.

“Berbicara soal Papua saat ini sudah berbeda dengan beberapa tahun sebelumnnya, dimana saat ini terdapat 2 Kota, 40 Kabupaten dan 2 Provinsi, oleh karena itu langkah kita yang dilakukan adalah menciptakan SDM Papua yang unggul didukung dengan pendidikan, infrastruktur yang memadai dan koneksifitas antarKabupaten yang sudah berjalan,” katanya.

Dalam FGD dan kuliah umum itu juga dihadiri Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Bupati Puncak Willem Wandik, Bupati Merauke Frederikus Gebze, politikus Papua Maikel Manufandu, Dirut PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Dr Yus Herman, para tokoh Papua, staf pengajar UI, alumni UI, mahasiswa UI dan mahasiswa Papua.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 2