Polri jamin keamanan di Wamena dan sekitarnya

Papuaunik, – Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri Komjen Pol Ari Dono menegaskan Polri akan memberikan jaminan keamanan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya.

“Hal ini khususnya dalam rangka pemulihan situasi dan kondisi pasca insiden kerusuhan yang sempat terjadi di Kabupaten Jayawijaya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Papuaunik.com

Saat mendampingi Presiden Joko Widodo, Plt Kapolri Komjen Pol Ari Dono menyampaikan bahwa, Keamanan merupakan syarat keberlangsungan rehabilitasi dan pembangunan di Wamena khususnya dan Papua pada umumnya.

“Jaminan keamanan itu, tentu tidak dilakukan sendirian oleh Polri. Namun, tentu saja melibatkan unsur dari TNI,” katanya.

Selain itu, Plt Kapolri Komjen Pol Ari Dono juga mengajak masyarakat luas untuk tidak lagi berkonflik, tidak mudah terpancing isu dan provokasi.

“Mari bersama-sama menjaga situasi kamtibmas untuk tetap kondusif. Kalau pembangunan maju maka kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud.,” kata Ari Dono.

Presiden Joko Widodo yang datang didampingi Ibu Negara Iriani termasuk beberapa pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Anggota DPR RI Komarudin Watubun dan beberapa menteri lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Presiden sendiri menekankan Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk yang banyak. Tentunya untuk mengelolanya dibutuhkan berbagai kearifan.

Pihaknya menjanjikan pemulihan kondisi pasca kerusuhan dengan cepat, di antaranya memperbaiki sejumlah perkantoran yang rusak akibat rusuh.

Presiden juga membahas beberapa hal lain, seperti pembangunan infrastruktur baru hingga rencana pemekaran wilayah khusus di Papua.

Mari keamanan kita jaga bersama agar ini jadi komitmen kita, kejadian ini (rusuh) jangan terulang lagi.

“Perlu peran kita semua untuk memulihkan kondisi ini,” katanya.

Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka meninjau situasi pasca kerusuhan pada tanggal 23 September 2019 lalu. Rombongan juga menerima ide dan masukan dari beberapa tokoh masyarakat setempat, termasuk dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya.(Ian/dsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

56 − 48 =