Presiden Jokowi diminta buka dan hadiri Pesparani I Katolik di Papua

Papuaunik, – Presiden Jokowi diminta membuka acara Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesprani) I Katolik yang akan digelar pada 14-18 November 2019 di Kota Jayapura.

Demikian permintaan ini dikemukakan oleh Pastor Paroki Hepuba, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Pastor John Jongga saat berada di Kota Jayapura, Papua, Rabu.

“Harapannya Presiden Jokowi bisa hadir dan membuka acara Pesparani I Katolik di Kota Jayapura,” katanya.

Pesparani ini, kata dia, disambut gembira dan penuh syukur bagi seluruh umat beragama di tanah Papua, sebab dalam pembukaan Pesprani I Katolik akan melibatkan seluruh umat beragama di tanah Papua.

Panitia acara dalam Pesparani ini akan melibatkan agama lain dalam pesta pembukaannya. Misalnya saja akan ada lantunan lagu Qasidah yang  dipersembahkan oleh umat muslim di tanah Papua, lalu ada juga persembahan dari agama Kristen Protestan, Budha, Hindu hingga Konghucu.

“Dengan momen kebersamaan seluruh umat beragama di Papua, alangkah indahnya jika Presiden Joko Widodo yang baru saja dilantik, membuka acara Pesparani perdana umat Katolik di tanah Papua,” katanya.

Menurut dia, momen ini sangat menguntungkan negara, jika Presiden Jokowi hadir langsung ditengah umat beragama di tanah Papua.

“Hal ini juga untuk memberikan penguatan kepada semua umat beragama, suku bangsa untuk tetap melangkah bersama jaga kedamaian, keberagaman dan persatuan Indonesia di tanah Papua,” katanya.

Jika momen kebersamaan seluruh umat di Papua ini dihadiri oleh Jokowi, maka mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan melihat langsung kondisi masyarakat di Bumi Cenderawaish yang kini butuh penguatan pascasejumlah peristiwa dalam beberapa bulan terakhir ini.

“Termasuk penguatan kepada warga yang masih trauma dan pemerintah daerah di sejumlah kabupaten yang bingung kemana arah kondisi Papua saat ini. Jika Jokowi hadir, maka akan memberikan penguatan, peneguhan kepada seluruh masyarakat Papua, terlebih Pesparani ini akan diikuti 29 kabupaten/kota di Papua,” katanya.

Pastor peraih penghargaan kemanusiaan Yap Thiam Hien 2009 ini juga menilai dengan kehadiran Jokowi yang baru kembali dilantik akan membuat makna baru bagi masyarakat Papua dan kehadiran Jokowi dalam Pesparani ini menjadi nilai tertinggi untuk membuktikan bahwa benar toleransi dan keberagaman di Papua dirawat oleh seluruh umat beragama yang ada di tanah Papua.

Lanjut Pastor Jonga, termasuk kegiatan itu akan diiringi lantunan doa dan puji-pujian yang mencerminkan kebersamaan umat beragama.

“Pak Jokowi tinggal meneguhkan dan memberikan penguatan kepada seluruh masyarakat di Papua, untuk kembali maju bersama, menciptakan kedamaian di Papua,” kata pastor yang juga sangat peduli dengan masalah kemanusiaan di provinsi paling timur Indonesia itu.

Pastor yang juga dikenal sebagai penggiat HAM ini sudah bicara kepada panitia, jika ada kesempatan Presiden Jokowi membuka acara Pesparani perdana ini, maka panitia sudah siap dan serius mempersiapkan pesta paduan suara ini untuk kebersamaan umat beragama.(Ian/dsb)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53 − = 45