Menkopolhukam bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat Papua

Papuaunik, – Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Prof M Tito Karnavian bertemu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat Papua.

Dalam pertemuan itu nampak hadir Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab dan Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

“Kedatangan kami kesini untuk menemui saudara-saudara sekalian guna mendengar secara langsung, melihat langsung apa yang terjadi disini, dan kemudian menyerap aspirasi para tokoh-tokoh dan masyarakat,” kata Wiranto.

Sebenarnya kejadian beberapa pekan terakhir ini, kata dia, tidak pernah diinginkan oleh semua pihak, tapi itu sudah terjadi, sehingga sekarang kita bersama sama bertekad agar hal itu jangan sampai ini terulang lagi di Papua bahkan di seluruh Indonesia.

“Presiden sudah membangun negeri ini dan berupaya, kami tidak pernah berhenti untuk memikirkan rakyat, mencari jalan terobosan untuk bagaimana rakyat kita sejahtera, tentu untuk membangun negeri ini, membangun ekonomi, kesejahteraan perlu keamanan, kerukunan, dan kedamaian,” katanya.

Presiden Jokowi, kata dia, meminta untuk segera mengembalikan, memulihkan, membangun kembali puing-puing yang sudah rusak, yang terpenting adalah membangun kembali persaudaraan kerukunan yang kemarin rusak.

“Kami juga hadir bersama Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan membantu pemerintah daerah membangun kembali kerusakan kerusuhan kemarin, tentu saja membangun psikologis masyarakat membutuhkan waktu, membutuhkan bantuan dari para tokoh masyarakat dan agama untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk kembali melakukan pekerjaannya, mereka sebenarnya ingin sekali tidak meninggalkan Bumi Papua dan ingin tetap bekerja, hidup bersampingan bersama dengan masyarakat di Papua,” katanya panjang lebar.

Lebih lanjut dia kemukakan bahwa Panglima TNI dan Kapolri bekerja keras untuk menjamin, keamanan daerah yang kemarin terjadi kerusuhan, sehingga masyarakat merasa aman, nyaman, damai dan rukun kembali.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat pendatang dan asli Papua, semuanya kami tampung karena tugas kami mendengarkan aspirasi rakyat, berkaitan dengan kerugian kerugian akibat kekacauan akan didatakan secara baik dan bisa dilaporkan kepada Kapolda, Bupati, Gubernur dan kami akan mengawasi,” katanya.

“Pada saat ada bantuan, yang ada ruko atau rumah akan di bantu oleh pemerintah setempat atau provinsi, bila ada bangunan yang lebih besar lagi provinsi tidak bisa memberikan bantuan karena APBD-nya tidak mencukupi akan dilaporkan dan menjadi perhatian pemerintah pusat,” sambungnya.

Selanjutnya berkaitan dengan pembangunan di Papua, Wiranto mengaku mendampingi Presiden Jokowi, tidak pernah ada pemikiran menganak tirikan Papua.

“Bahkan beliau selalu menanyakan pembangunan di Papua, pembangunan infrastruktur, membangun perbatasan, pelabuhan laut, pelabuhan udara menyamakan harga pokok di Papua. Presiden Jokowi memberikan perhatian khusus agar Papua kemajuannya lebih cepat, saya juga setuju dengan aspirasi bapak pendeta tentang korupsi harus ditangkap,” katanya.

“Mari kita bangun kembali persaudaraan kita, saya yakin bahwa yang membuat tindakan kekerasan bukan Masyarakat Wamena, tetapi yang membuat tindakan kekerasan merupakan orang yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan kekacauan di negeri ini,” katanya.

Pertemuan ini berlangsung di VIP Room Bhuma Yakhu Base OPS Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua pada Rabu (9/10) pagi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + = 17