Billy Mambrasar : Anak Yapen Pendiri “Kitong Bisa”

Papuaunik, – Namanya Gracia Billy Mambrasar, berusia 31 tahun. Namun pria kelahiran Kepulauan Yapen, Papua ini sudah menyelesaikan gelar Magister dari Eropa.

Padahal Billy berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya bekerja sebagai guru honorer sebuah SMP di Kepulauan Yapen dengan pendapatan yang tidak tetap. Namun, pesan sang ayah selalu membekas dibenak Billy.

“Kamu harus berprestasi supaya dapat sekolah gratis,” kata Billy mengingat pesan ayahnya.

Billy mengingat sejak kecil setiap sore ayahnya selalu menemaninya belajar. Sehingga sejak Sekolah Dasar hingga bangku kuliah Billy selalu berprestasi dan mendapat beasiswa.

Bahkan Billy bisa mendapatkan beasiswa studi Magister di Univeritas Oxford, Inggris. Billy sebelumnya juga sudah memiliki gelar Magister yang Ia dapat dari Australian National University (ANU).

Gelar Magister ini juga ia dapatkan dengan dukungan beasiswa dari Pemerintah Australia bahkan menjadi mahasiswa terbaik pada 2015.

Semasa SMA Billy merantau ke Jayapura dan mengenyam pendidikan di SMAN 3 Jayapura. Meskipun terpisah jarak lebih dari 500 kilometer dari keluarganya, Billy tetap melakukannya karena hanya dengan itu Ia dapat mengenyam pendidikan secara gratis.

Setelah lulus, Billy mendapat beasiswa di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB). Lulus ITB Billy pun langsung bekerja di British Petroleum (BP) Indonesia.

Meskipun sudah bekerja di industri minyak, Billy masih memberi perhatian besar pada bidang pendidikan. Terinspirasi dari kisah hidupnya dan keyakinannya bahwa pendidikan yang dapat meningkatkan derajat hidup seseorang, Billy dan Ayahnya kemudian mendirikan Yayasan Kitong Bisa.

Yayasan ini awalnya fokus untuk meningkatkan pendidikan anak-anak Papua di Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Hingga saat ini Yayasan Kitong Bisa sudah mendidik lebih dari 1.100 anak dan memiliki empat cabang yaitu di Fakfak, Jayapura, Serui, dan Merauke.

Kepeduliannya akan pendidikan di Papua membuatnya tertarik untuk mengambil gelar Magister dalam bidang Sustainable Business di Oxford, Inggris.

Kesempatan untuk dapat mengenyam pendidikan gratis di Oxford ini merupakan hasil dari kiprah Yayasan Kitong Bisa. Saat ini Billy sudah dalam tahap pengajuan thesis untuk mendapat gelar Magisternya.

Bahkan dalam waktu dekat Billy akan melanjutkan pendidikan doktoral di bidang pembangunan manusia dengan beasiswa afirmasi dari LPDP di Universitas Harvard, Amerika Serikat.(Ian/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 14 = 24