Anak muda ingin masyarakat Papua Bangkit

Papuaunik, – Anak-anak muda Papua ternyata banyak yang gemilang. Ini terlihat dari sekelompok anak muda yang tergabung dalam wadah “Papua Muda Inspiratif”.

Ada Billy Mambrasar (31), Martha Itaar (22), Steve Mara (25), dan Edward Kabes (34).
Billy adalah alumni ITB yang menyelesaikan masternya di Australian National University (ANU).

Sementara Marta adalah calon pilot perempuan yang saat ini diterima di maskapai Citilink. Sedangkan Edward merupakan pengusaha migas yang sudah melakukan ekspor ke Cina dan Rusia.

Dan Steve adalah mahasiswa asal Papua yang saat ini sedang menyelesaikan masternya di Universitas Pertahanan Jakarta.

Empat anak muda ini adalah representasi dari ratusan anak muda Papua yang tergabung dalam wadah “Papua Muda Inspiratif”. Mewakili rekan-rekannya, mereka berbagi cerita tentang angan mereka untuk membangun Tanah Papua yang lebih baik.

Menurut Billy, pembentukan wadah itu untuk menampung anak-anak muda Papua yang punya karya. Nantinya, mereka yang tergabung dalam wadah itu akan bergerak untuk memotivasi anak muda Papua lainnya mau maju. Melalui wadah ini mereka ingin menunjukkan bahwa di Papua ada harapan.

“Kami mengajak anak-anak muda Papua bangkit. Papua tidak suram,” kata Koordinator wadah kepada Jaleswari Pramodhawardani, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Kamis pekan lalu.

Billy yang juga pendiri Yayasan Kitong, berharap wadah ini nantinya bisa bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memajukan Papua. Membangun Papua, kata dia, harus dilakukan melalui pendekataan kebersamaan.

Pemerintah, kata dia, harus mendengar apa yang dibutuhkan warga Papua. “Setelah itu masyarakat Papua jangan hanya disuruh jadi penonton. Mereka juga harus dilibatkan,” katanya.

Martha mengamini. Martha berharap pemerintah mendukung dan bisa bersinergi dengan program anak-anak muda yang tergabung dalam wadah ini. Setelah lulus pendidikan pilot, ia berencana mengenalkan seputar dunia penerbangan kepada anak-anak Papua.

“Saya ingin mendorong anak-anak Papua menjadi pilot atau pramugari. Saya ingin menularkan pengalaman saya,” ujar perempuan asli Papua yang pernah mengenyam pendidikan di Nelson Aviation College, Selandia Baru.

Usai berbagi pengalaman, keempat anak muda ini diterima Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di ruang kerjanya. Kepada Moeldoko, mereka menyampaikan sejumlah program dan harapannya untuk membangun Papua.

Melalui wadah “Papua Muda Inspiratif” itu, kata Billy, anak-anak muda yang selama ini sudah berkarya akan turut membangun Papua yang lebih baik.

Moeldoko menyambut baik rencana itu. Kata Moeldoko, pemerintah pusat sudah dan akan terus memberikan akses yang berbeda kepada masyarakat Papua.

Pendekatan untuk membangun Papua, kata Moeldoko, harus agak berbeda dengan membangun di Jawa. “Ini dalam rangka mengakselerasi kemajuan di Papua,” katanya.

Menurut Moeldoko, anak-anak muda Papua yang tergabung dalam wadah ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Papua ini menyimpan potensi yang cemerlang.

Mereka bisa keluar dari zona yang selama ini dicap sebagai warga yang kurang mampu. “Anak-anak muda Papua ini memberi harapan kepada kita,” katanya.(Ian/dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1