Deklarasi dan seruan damai Papuaku, damai Indonesiaku

Dari ujung Timur Indonesia, Kami Orang Muda Papua bersama segenap Komponen Anak Bangsa lainnya di Tanah Papua, sehati – sepikir, dan setindak, mendeklarasikan dan menyerukan :

1.Ketuhanan Yang Maha Esa Tuhan telah menakdirkan dan atas kehendakNYA lah kita hidup bersama di Dalam Rumah Besar Kita yang Bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab Manusia Indonesia dari Merauke sampai Sabang, dari Miangas sampai Pulau Rote adalah manusia beradab, berbudaya, berperikemanusiaan dan memiliki kasih.

Tragedi Wamena, Nduga, Deiyai dan Kota Jayapura harus menjadi koreksi dan refleksi kita semua untuk berbenah atas segala kesalahan dan kekeliruan kita selama ini.

Kita semua telah menjadi korban dari perilaku rasis, diskriminatif dan berita HOAX. Hentikan rasisme dan diskriminasi!
Hentikan menyebarkan berita HOAX!

Hentikan kekerasan atas nama Negara terhadap sesama anak bangsa!!!

Stop bilang “ko pendatang, sa asli”
Stop bilang, “ko gunung, sa pante”
Orang Papua harus dilihat karena dia memiliki hati Papua.

Apa artinya ko Papua, tapi ko tidak punya hati untuk Papua.

Di Jakarta, di Bandung, di Bali, di Surabaya, di Malang, di Medan, di Aceh, di Manado dan di Makassar, tidak ada istilah “ko pendatang, sa asli”, tapi masing-masing pihak sadar diri dan tahu siapa dirinya.

3.Persatuan Indonesia Jiwa dan Raga kita dipersatukan karena ikatan sejarah yg telah berlangsung berabad-abad lamanya. Tuhan tidak bisa dipaksa dengan kepentingan pragmatis oleh pihak-pihak tertentu, apalagi hingga harus mengorbankan nyawa orang lain demi sebuah perjuangan.


Di hadapan Tuhan semua nyawa berharga, dan tidak ada pengecualian.

Tragedi Wamena yang memilukan hati kita semua bukan konflik agama. Karna itu kami menolak secara tegas gerakan HTI dan Kelompok radikal yg secara masif masih bergerak di Tanah Papua walaupun sudah di bubarkan Pemerintah.

Di Tanah Papua, tidak akan ada dan tidak pernah ada konflik agama, karena orang Papua sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan keyakinan.

Papua Tanah Damai karena kita semua cinta kedamaian. Siapapun dia yang hidup di atas tanah Papua harus memiliki sikap hidup damai. Jika tidak, maka dia tidak pantas disebut sebagai Orang Papua.

4. Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Rakyat berdaulat maka Negara akan kuat. Negara kuat karena ada generasi Indonesia yang hebat. Mengedepankan Dialog yang inklusif untuk menghadirkan solusi permanen dan tuntas atas permasalahan Papua selama ini.

Tanah Papua harus memasuki suatu era baru dimana tidak ada lagi darah yang tertumpah diatas tanah yang telah Tuhan berkati 164 tahun silam. Era dimana kita semua anak bangsa hidup dalam rukun dan damai menuju INDONESIA UNGGUL dan menyambut hari Kedatangan TUHAN.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kekayaan Alam Indonesia di Tanah Papua, di bidang kehutanan, pertambangan, perikanan dan lain-lain harus diberi ruang kelola kepada masyarakat adat di Tanah Papua sehingga dapat terdistribusi untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia di Tanah Papua.

Damai Papuaku, dan Damai Indonesiaku, karena kebutuhan tercukupi, keadilan merata, dan kesejahteraan tercapai.

Bersama Pemerintah, TNI – POLRI, dan seluruh elemen anak Bangsa, kami akan mengawal dan membantu Pemulihan Papua untuk mewujudkan kembali Papua Tanah Damai.

Kami yang bersepakat,
TIM GERAKAN PEMUDA untuk PEMULIHAN PAPUA. Sebuah Gerakan Perdamaian dan Persatuan.

Tim Pengarah :

Ketua : Victor Abraham Abaidata, SH
(Ketua DPW HPPI Papua)

Anggota :

  1. Amir M. Madubun, SH.,MH
    (Ketua GP Ansor Papua)
  2. Robby Png Kbarek, SE
    (Seniman dan Musisi Papua)
  3. Muh. Amin Luther, SE
    (Senior Aktivis Pergerakan)
  4. Yves Piere Papare
    (Cucu Pahlawan Nasional Silas Papare)

Tim Pelaksana :

Ketua : Alberto G. Wanimbo, S.IP
(Ketua DPD KNPI Papua)

Anggota :

  1. Pieter Gusbager
    (Ketua DPD KNPI Kab. Keerom)
  2. Otis Deda
    (Ketua DPD KNPI Kota Jayapura)
  3. Erol M. Marwery, A.Md.IP
    (Ketua KNPI Kab. Jayapura)
  4. Dst.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

48 − = 41