Pemuda Kota Jayapura gelar aksi lawan perubahan iklim

Papuaunik,- Melihat dampak dari perubahan iklim yang semakin terasa, sejumlah pemuda dan remaja di Kota Jayapura, Papua turun ke jalan menyuarakan isu bertajuk “darurat iklim”.

Para pemuda, remaja dan anak-anak yang berlatar belakang dari berbagai komunitas maupun individu, sejak Sabtu (5/10) turun ke jalan menghelat aksi untuk melawan perubahan iklim.

Dalam aksi bertajuk Darurat Iklim ini, mereka mengangkat beberapa dampak dari perubahan iklim seperti pemanasan global yang mulai terasa di Papua, kelangkaan air bersih, punahnya beberapa spesies dan berbagai dampak lainnya.

Sebenarnya aksi ini dilakukan pada Jumat pekan lalu tetapi kerena mempertimbangkan faktor keamanan, kegiatan ini baru dilakukan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019,” kata Jack Buly, koordinator aksi.

Kegiatan itu, kata dia, dilakukan atas inisiasi dari beberapa aktivis lingkungan yang berasal dari Rumah Bakau Jayapura.

“Para Pemuda ini terinspirasi oleh salah satu aktivis lingkungan cilik asal Swedia bernama Greta Thunberg. Gerakan yang dilakukan Greta ini menunjukkan bahwa perubahan iklim telah berada di ambang bahaya. Bahkan, demonstrasinya telah berlangsung di lebih dari 71 negara dan 700 lokasi,” katanya

Aksi itu, lanjut dia, dimulai dengan beberapa pemuda melakukan kampanye jalanan di depan Kantor Gubernur Jalan Soa Siu, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura pada pukul 15.00 Wit.

“Kami membawa sejumlah poster yang terbuat dari karton bekas berisi berbagai tulisan bertema perubahan iklim. Terdapat juga aksi dimana seorang anak muda mencoret spanduk besar dengan tulisan #daruratiklim dan membentangkannya di pinggir jalan,” katanya.

Aksi tersebut, ungkap dia, sempat menjadi pusat perhatian para pengguna jalan dan tetap berjalan tertib hingga aksi ini selesai.

“Kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat sadar dan peduli terhadap dampak dari peruahan iklim yang sedang terjadi belakangan ini. Kami juga mendorong pemerintah, swasta dan juga masyarakat untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim, diantaranya penggunaan sumber energi terbarukan dan masih banyak cara-cara lainnya,” tutupnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 39 = 46