MUI Papua himbau semua pihak menahan diri

Papuaunik, – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua KH Syaiful Islam Al Payage mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak menambah atau memperkeruh persoalan yang ada di Bumi Cenderawasih, khususnya di Kota Jayapura dan Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Berkaitaan dengan situasi dan kondisi di Papua, pascakerusuhan di Kota Jayapura dan Kota Wamena, Kabupaten Jayaiwjaya yang pertama, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar menahan diri, mari kita sebarkan perdamaian, mari kita saling menghargai, saling tolong menolong, jangan pernah kita menyebarkan berita-berita tidak benar atua hoax karena itu akan merugikan kita sendiri, dalam rangka menjaga persuadarana kita di tanah Papua,” katanya di Kota Jayapura, Jumat.

Ia juga mengaku bela sungkawa yang sangat mendalam, karena dalam sebulan terakhir ini, banyak pihak yang menjadi korban berkaitan dengan kerusuhan.

“Tetapi perlu saya sampaikan bahwa sesungguhnya kejadian yang terjadi di Wamena itu, bukan berkaitan dengan antaragama tapi itu merupakan murni kerusuhan, yang mana kita tidak menginginkan kejadian itu sendiri. Sehingga saya mengimbua kepada saudara kita muslim di Papua dan umumnya di luar Papua, agar menenangkan diri, menyerahkan semua persoalan kepada pihak berwenang,” katanya.

KH Syaiful Islam mengakui bahwa berita hoax telah mendatangkan persoalan sehingga perlu dicermati dengan baik dan bijak segala informasi yang diterima, sehingga tidak terjebak kedalam jurang persoalan.

“Oleh karena itu, banyak sekali berita-berita hoax yang beredar di luar Papua bahwa ini atas nama agama, itu sangat tidak benar. Kita di Papua ini tidak pernah punya masalah soal agama. Kita punya komitmen yang tinggi,” katanya.

“Saya sebagai gubernur umat Islam di Papua, saya selalu menjaga komitmen dengan para pendeta, pastor dan lainnya, agar menjaga ukuwuh diniah….pesaudaraan antaragama, dan ini sudah komitmen dan tidak pernah ada kejadian, mungkin kalau ada kejadian selain agama, itu hanya bersifat politik, mungkin berkaitan degan sosial kemanusiaan,” sambungnya.

Berkaitan dengan persoalan di Wamena, KH Syaiful Islam menegaskan bahwa hal itu bukan persoalan agama, tetapi kebih kepada murni kerusuhan karena informasi hoax yang memicu terjadinya masalah.

“Sehingga saya mau tegaskan pada kesempatan ini, saudara-saudaraku yang ingin berjuang berjihad, ada rencanan ke Papua, saya mengharapkan untuk menahan diri. Jihad yang sebenarnya adalah doakan kami, anak-anak, putra putri bangsa Indonesia yang ada di Papua ini mudah-mudahan kita bangkit dari kejadian ini dan kita lebih tingkatkan persaudaraan dan persatuan,” katanya.

Ia juga mendorong agar aparat keamanan dalam hal ini Polri untuk melakukan penegakkan hukum sehingg ada kepercayaan kepada masyarakat dan tidak lagi terjadi persoalan yang lebih besar lagi.

“Jangan sampai kejadian-kejadian ini memecah belah antar anak bangsa. Saya imbau sebagai ketua MUI dari timur Indonesia ini, mari kita menjaga Indonesia ini, mari kita menjaga negara ini sehingga menuju bangsa yang besar akan datang,” katanya.

Menyinggung soal mahasiswa yang exodus, KH Syaiful Islam Al Payage meminta agar bisa kembali kuliah tempat masing-masing sehingga bisa menjadi tulang punggung dan masa depan bangsa.

“Saya juga mengharapkan kepada pemerintah dalam hal ini Gubernur Papua, MRP, DPRP agar melakukan langkah-langkah nyata, bagaimana menyelamatkan para mahasiswa ini, karena mereka ini adalah generasi emas, yang musti kita jaga untuk bangun tanah Papua kedepannya,” katanya.

“Dan sekali lagi, saya juga mau sampaikan jangan saling curiga mencurigai antaragama, karena agama mengajarkan tentang kebaikan, nilai-nilai universal, sehingga kita menjaga perdamaian di Tanah Papua,” katanya lagi.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 1 =