Steve Mara ajak masyarakat bangun narasi positif untuk Papua damai

Papuaunik, – Semenjak aski demo pelajar yang dilanjutkan dengan aksi bakar bangunan pemerintah dan rumah warga di kabupaten Jayawijaya (Wamena) tercatat telah memakan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

Situasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya hingga kini sudah mulai membaik tetapi masih banyak masyarakat yang trauma dengan kejadian tersebut dan ingin segera keluar dari Wamena.

Ratusan bahkan ribuan masyarakat terlihat memadati bandara udara setiap harinya untuk mendapatkan tiket pesawat keluar dari Wamena.

Sementara itu, transportasi udara (pesawat) komersial sebagai satu-satunya alat transportasi yang dapat digunakan keluar dari Lembah Baliem sampai saat ini belum membuka pelayanan yang maksimal, atau mungkin hanya terbatas, tidak seperti biasanya.

Konfirmasi awal pada saat terjadi kerusuhan, pihak bandara menutup akses transportasi udara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, yang terlihat di bandara udara wamena adalah pesawat milik TNI AD, TNI AU (Hercules) dan milik Polri yang dibuka untuk melayani masyarakat secara khusus.

Ketua Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Papua, Steve R Elson Mara, dalam keterangan tertulis yang diterima Papuaunik.com erkait situasi ini, menghimbau kepada masyarakat Wamena untuk tetap menjaga keamanan diri sendiri dan lingkungan disekitar serta tidak melakukan aktifitas yang dapat menimbulkan kerugiaan bagi diri sendiri.

“Wamena ini kota kelahiran saya, dan kota tempat saya dibesarkan. Saya tumbuh bersama derasnya kali Baliem dan kencangnya angin Kurima sehingga membuat saya sangat sedih ketika melihat Kota Wamena ini kembali terjadi peristiwa seperti saat ini”, kata Steve Mara, anak Lahir Besar Wamena (Labewa) ini.

Lanjut dia, “Saya berharap tim terpadu yang menangani kasus Wamena ini cepat untuk menyelesaikan kasus Wamena, dan para pelaku kejahatan agar segera ditemukan dan dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia. Serta, aktor intelektual di balik peristiwa yang terjadi di Papua ini agar segera di tangkap,” harapnya.

“Saya juga mengharapkan masyarakat Indonesia khususnya di Papua agar tidak mudah terprovokasi dengan semua isu yang beredar di masyarakat, kita percayakan kasus ini kepada pihak berwajib agar segera diselesaikan,” katanya.

Steve mengajak agar masyarakat tidak membangun narasi negatif yang dapat memecah bela persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tetapi sebaliknya kita membangun narasi damai atau narasi positif yang membangun kedamaian di antara kita. mari kita bersatu kita membangun bangsa Indonesia dari tempat dimana matahari terbit,” tegas mahasiswa S2 Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan ini.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 20 = 23