Tomas Jayawijaya ajak warga tidak terpengaruh isu perpecahan

Papuaunik, – Tokoh masyatakat (Tomas) di Kabupaten Jayawijaya Alex Silo Sukarno Doga mengajak warga agar tidak terpengaruh dengan isu perpecahan apalagi beria hoax yang banyak beredar lewat media sosial.

“Sebagai Anak asli Baliem, saya meminta kepada pemerintah Provinsi Papua dan para kepala daerah di Kabupaten/kota untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara kepada generasi muda Papua, agar tak mudah terprovokasi oleh isu-isu perpecahan bangsa ini,” katanya dalam rilis yang diterima Papuaunik.com

Kegiatan bela negara, ungkap dia, seharusnya sudah mulai dilakukan sejak anak-anak di bangku sekolah dasar. Apalagi belakangan ini sekelompok orang mulai menyebarkan isu mendukung aksi unjuk rasa hingga menimbulkan perpecahan.

“Saya secara tegas menolak sejumlah aksi unjuk rasa yang menggunakan simbol radikal separatis.Sekarang situasi di Kabupaten Jayawijaya mulai kondusif,” katanya.

Setelah kejadian 23 September 2019, kata dia, Kota Wamena dibuat hancur oleh sekelompok orang yang tidak menghargai adat istiadat orang Papua merusak, membakar, fasilitas umum dan memprovokasi masyarakat dengan berita hoax hingga menimbulkan korban jiwa.

“Kami selaku tokoh masyarakat Kabupaten Jayawijaya mendukung adanya penegakkan hukum yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk menjaga daerah kami agar tetap aman. Mereka sangat merasahkan masyarakat sehingga membuat lambatnya pembangunan di Kabupaten Jayawijaya,” katanya.

“Sekali lagi, saya minta kepada masyarakat Kabupaten Jayawijaya untuk bersama menjaga daerah agar tetap aman dan damai. Kami juga tolak dengan tegas keberadaan kelompok-kelompok yang mencari keuntungan untuk menimbulkan perpecahan di Tanah Papua, mereka tidak menghargai dan menghormati jasa para pahlawan Papua yang dulu ikut berperang melawan penjajah demi Kemerdekaan Indonesia,” katanya lagi.

Kepada pada generasi Papua, Alex meminta untuk tidak terpengaruh dengan ajakan kelompok tertentu yang merusak masa depan Papua.

“Tugas kalian belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya mencari pengalaman dan kembali membangun Tanah Papua untuk masa yang akan datang,” katanya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

82 − 74 =