Peristiwa Wamena jadi catatan tragis di Papua

Peristiwa Wamena berdarah 23 September 2019 yang menelan kerugian materiil dan korban jiwa tentu menambah catatan peristiwa tragis dan anarkis di atas tanah Papua.

Menurut informasi yang diperoleh peristiwa tersebut merupakan akumulasi dari ruang diskusi/dialog yang tertutup antara pemerintah daerah kabupaten dan mahasiswa atau pelajar.

30 Korban yang meninggal akibat peristiwa tersebut terdiri dari OAP dan Non OAP, salah satunya Almarhum Dr Soeko Marsetiyo (53) yang mengabdi selama 15 tahun di Tolikara.

Rentetan peristiwa tragis dan anarkis yang terjadi diatas tanah Papua tentu meninggalkan luka batin bagi keluarga korban.

Namun, peristiwa-peristiwa tersebut tidak bisa digeneralisasi sebagai ulah rakyat Papua atau non Papua dari Suku, Agama, Ras dan Golongan (SARA) tertentu.

Semua pihak harus bijaksana dalam menyikapi persoalan yang telah terjadi.
Kami yang tergabung dalam AMPERA PAPUA setelah mencermati dinamika yang terjadi, menyatakan sikap :

Turut berduka cita atas korban yang meninggal dalam rentetan peristiwa tragis dan anarkis di atas tanah Papua.

Peristiwa tragis dan anarkis diatas tanah Papua merupakan ulah oknum dan sekelompok orang/organisasi sehingga tidak boleh digeneralisasi sebagai ulah Rakyat Papua atau Non Papua.

Mendukung upaya pihak berwenang dalam menindak tegas oknum dan sekelompok orang/organisasi yang mendesain peristiwa tragis dan anarkis diatas tanah Papua sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada diatas tanah Papua untuk tidak mudah terprovokasi dan bijaksana dalam menyikapi setiap peristiwa yang terjadi.

Menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menyebarluaskan berita atau foto atau video HOAX di media sosial yang bersifat meresahkan dan memprovokatif.

Ampera juga menghimbau bagi generasi muda papua yang sementara berada di Kota Jayapura dengan alasan exodus untuk dapat kembali ke kota study masing-masing. Ingat masa depan kawan-kawan dan kerja keras orang tua di kampung jauh lebih penting dari pada agenda-agenda politik sesaat.

Hidup di dalam TUHAN selalu mencerminkan KEBENARAN dan KEDAMAIAN.

Sekian dan terima kasih.
Abepura, 27 September 2019

Stenly Salamahu Sayuri
Ketua Umum Ampera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 83 = 88