Lukas Enembe jenguk korban aniaya oknum mahasiswa di RS Bhayangkara

Papuaunik,- Gubernur Papua Lukas Enembe didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengunjungi para korban penganiayaan oleh oknum mahasiswa di Expo, Kelurahan Waena, Distrik Heram.

Lukas Enembe menjenguk para korban itu di RS Bhayangkara, Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Kota Jayapura, pada Selasa pekan ini.

Disana terdapat 6 orang personel Polri yang menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok oknum mahasiswa pada hari Senin (23/9). Keenam korban tersebut menderita pukulan dengan balok di kepala belakang, tendangan di dada, dan pukulan di muka mengakibatkan mata kiri bengkak dan dagu luka.

Aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Senin pekan ini, ketika aparat keamanan TNI dan Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Expo Waena diserang secara tiba-tiba oleh oknum mahasiswa yang baru turun dari atas truk.

Para oknum mahasiswa yang turun tersebut hendak di antar ke Expo Waena dengan menggunakan 15 kendaraan truk, sesuai dengan kesepakatan dalam negosiasi Kapolres Jayapura Kota AKBP Gustav Urbinsa bersama mahasiswa exodus di Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura.

Atas kejadian tersebut, dilaporakan 1 anggota TNI meninggal dunia dan 6 anggota Polri mengalami luka-luka. Praka Zulkifli Al Karim merupakan anggota TNI yang dilaporkan meninggal karena dibacok dan dianiaya oleh para oknum mahasiswa tersebut

Sementara para ban luka-luka adalah Briptu Ari Toron, Aipda Alsaut T Ranbe, Bripka Sartono, Dedi, Bripka Maulana yang semua itu dari BKO Brimo Sumut dan Aiptu Ibrahim Hadi dari Polres Jayapura Kota.

Kabid Humas Polda papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan kerusuhan di Kota Jayapura diduga didalangi oleh Kelompok KNPB dengan menggerakan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) eksodus melakukan tindakan provokatif dan anarkis yang mengakibatkan satu anggota TNI gugur dan 6 aggota Polri mengalami luka-luka.

“733 orang mahasiswa yang membuat kerusahan sementara diamankan di Mako Brimob Polda Papua untuk dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Papua,” katanya.

Kabar terakhir, setelah Gubernur Papua Lukas Enembe berkunjung ke Mako Brimob Polda Papua, ratusan mahasiswa tersebut telah dipulangkan.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 3