Messet : Isu Papua hanya terdengar di negara-negara kecil

Papuaunik, – Nick Messet menyebutkan bahwa isu tentang Papua hanya terdengar gaungnya di negara-negara kecil seperti Vanuatu, karena dalam Sidang Dewan HAM PBB lebih kuat terkait iklim dan kesehatan.

Sehingga, lanjut dia, hal tersebut tidak usah diperdebatkan karena hanya akan membuat pusing dan buang energi, bahwa sebenarnya Papua sudah sah dan menjadi bagian dari Negara Kesatuan Repulik Indoesia (NKRI).

“Negara lain saya liha tidak kecenderungan membicarakan Papua dalam rangkaian kegiatan Sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke- 74 di New York.  Saat ini semua fokus membicarakan perubahan iklim dan kesehatan,” katanya sebagai salah satu delegasi RI di Sidang Umum PBB, Selasa (24/9) pagi dari New York Amerika Serikat.

Messet menyampaikan bahwa dari 193 negara yang ikut, juga ternyata mempunyai masalah masing-masing, sehingga mereka tidak akan mencampuri urusan dari negara lain. 

“Apa yang terjadi di tanah Papua tidak ketahui karena mereka punya persoalan banyak dalam negara mereka,” katanya.

Dia mempertegaskan bahwa isu di Papua terserah dari pemerintah Indonesia untuk bicara, karena sjeak 1969 sudah dibicarakan di PBB.

“Saya kira persoalan Indonesia sudah final, Papua sah NKRI,” katanya.

Menyingung soal Benny Wenda, Messet mengakui bahwa tokoh tersebut hadir juga dalam sidang tersebut. “Saya sudah bicara dengan dia.  Dia datang dengan pendukung utama. Pada prinsipnya Papua bagian dari Indonesia dan tak ada urusan dengan lain dan PBB sudah ambil. Kemungkinan kecil kelompk Benny akan bicara di Forum PBB,” katanya.

Benny Wenda datang dengan  Gubernur Port Moersby Powes Parkop dan kawan-kawan yang membela kemerdekaan Papua. Sementara dari pemerintah terkait, nampak hadir Michael Manufandu yang akan bertemu dan berbicara dengan Gubernur Lukas Enembe

“Pak Michael mau bicara dengan Gubernur Port Moersby Powes Parkop, tapi Parkop tidak mau. Akhirnya, kita hanya mau tanya dia, kenapa bendera Indonesia dibakar? Tidak boleh itu, sebab bendera diperoleh dengan perjuangan darah, Coba kalau bendera PNG dibakar di Jakarta, bagaimana perasaan kamu,” katanya.

Diketahui Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum ke-74 PBB (United Nations General Assembly-UNGA). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan sejumlah menteri Kabinet Kerja juga hadir. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 5