Warga Biak Numfor deklarasi kesepakatan jaga kedamaian

Papuaunik, – Warga di Kabupaten Biak Numfor menggelar deklarasi kesepakatan bersama untuk mengaja tanah Papua yang aman dan damai serta kondusif, menyusul berbagai aksi demo tolak rasisme yang berujung anarkhis disejumlah kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih.

Bertempat di Halaman Polres Biak Numfor, acara deklarasi digelar dan dihadiri oleh Bupati Biak Numfor, Ketua DPRD Biak, Danlanud Manuhua Biak, Danlanal Biak, Kapolres Biak Numfor, Kajari Biak, Kasdim 1708 Biak, Wakil Ketua Pengadilan Biak, unsur Forkopimda, para ketua paguyuban, tokoh agama, tokoh masyarakat adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

Empat poin kesepakatan bersama antara Pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat adat, tokoh agama, perempuan dan pemuda yakni pertama menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua.

Kedua, hidup berdampingan rukun dan damai dengan penuh kasih sayang. Ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar. Keempat, masyarakat menolak kelompok separatis dan radikal di Tanah Papua.

Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap mengharapkan kesepakatan deklarasi damai yang digagas Polres Biak harus dapat direalisasikan dalam menyikapi kondisi kamtibmas di Tanah Papua.

“Mari kita bersama-sama dengan aparat keamanan TNI-Polri untuk mewujudkan Biak Numfor sebagai daerah yang kondusif dan masyarakatnya menjunjung tinggi semangat kerukunan umat beragama yang harmonis,” katanya.

Herry juga mengingatkan kepada warga Biak Numfor untuk tidak terhasut informasi yang berkembang di media sosial untuk ikut berdemo lanjutan dalam menyikapi persoalan rasisme mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Menurut dia, persoalan rasisme terhadap masyarakat Papua tidak boleh terjadi karena warga Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami warga Biak Numfor meminta aparat penegak hukum untuk memproses pelaku rasisme mahasiswa Papua sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Herry.

Sementara itu, Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta mengatakan jajaran Kepolisian Republik Indonesia telah menindak tegas pelaku rasisme mahasiswa di Jakarta, Surabaya, Malang, Manokwari, Sorong, Fakfak, Mimika serta di Jayapura.

“Polri tidak menolerir siapapun warga yang melanggar hukum akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku,” katanya.

Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada semua komponen masyarakat nusantara, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama perempuan dan tokoh pemuda yang telah ikut berperan nyata menjaga kamtibmas sehingga Kabupaten Biak senantiasa kondusif hingga saat ini.

“Mari kita terus jaga bersama supaya Biak tetap aman, nyaman dan damai sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan normal setiap hari,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh para perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Adat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Ketua Paguyuban serta seluruh pimpinan Forkopimda dan TNI-Polri.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 5