Pemangku kepentingan di Nabire sepakat jaga kedamaian

Papuaunik, – Para pemangku kepentingan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua menyepakati bersama untuk menjaga keamanan dan kedamaian yang telah tercipta dengan baik selama ini.

Kesepakatan itu dilakukan dalam bentuk deklarasi yang dilaksanakan di aula Pemkab Nabire pada Selasa pekan lalu, yang ditandai dengan menyepakati empat poin yakni pertama, menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Nabire.

Kedua, hidup berdampingan, rukun, damai dengan penuh kasih sayang. Ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang radikal di Kabupaten Nabire dan keempat, menolak keberadaan kelompok sepratis.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pdt Junus Mbaubedari mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk sama-sama bersyukur karena daerah itu masih tetap terjaga kerukunan umat beragama.

“Walaupun sempat ada beberapa kali kegiatan demo namun semua itu masih berjalan aman. Semua itu tidak terlepas dari campur tangan Tuhan yang membuat Kabupaten Nabire menjadi aman,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa negara Indonesia hanya mengakui lima agama dan semuanya tidak mengajarkan kepada umatnya soal kebencian atau permusuhan melainkan ajaran kebenaran, kasih dan kedamaian.

“Itu yang harus kita lakukan bersama, oleh sebab itu apa yang kita buat hari ini jangan sekedar hanya jadi pajangan saja, kita harus sampaikan kepada masyarakat agar semua mengetahui bahwa Nabire sudah mendeklarasikan kedamaian,” kata Junus.

Kapolres Nabire AKBP Sonny M Nugroho mengatakan melihat situasi akhir-akhir ini di Papua lebih khusus lagi di Kabupaten Nabire terbilang aman dan kondusif, meski ada riak lainnya.

“Secara pribadi dan kesatuan saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Nabire yang telah memprakarsai kegiatan ini guna keamanan kita bersama di kota Nabire,” katanya.

Ia berharap peristiwa di Sorong dan Manokwari, Papua Barat serta Deiyai dan Kota Jayapura, tidak terjadi di Nabire.

“Kita masyarakat di Nabire adalah masyarakat Indonesia yang ada di tanah Papua ini kita berkomitmen untuk hidup bersama-sama bergandengan satu dengan yang lain hidup damai bersama di tanah ini. Untuk itu, kita semua harus sepakat menjaga tanah Papua khususnya kota Nabire ini,” katanya.

“Saya memohon kepada kita semua agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di Papua khususnya di kota Nabire ini dalam keadaan hidup damai dan sejahtera. saya berpesan kepada kita semua agar kita saling memahami satu sama dan yang lain dan saling menghargai perbedaan suku ras dan agama, mari kita jaga bumi ini jangan sampai terjadi konflik karena kena tipuan hoax, Tanah Papua merupakan tanah yang diberikan oleh Tuhan untuk Kita semua jaga agar menjadi aman damai dan sejahtera,” kata Sonny.

Sementara itu, Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutannya meminta kepada hamba-hamba Tuhan, para tokoh agama, para kepala kepala suku agar menjaga kedamaian.

“Kita harus sama-sama berjuang memajukan kota kita ini, agar bisa seperti kota-kota lain di Indonesia. Kita punya kekayaan banyak, kita juga punya keterampilan orang Papua yang bisa memajukan kota ini melalui ketrampilan dan seni budaya,” katanya.

“Saya rencana mau turun juga ke kampung-kampung, saya harus sampaikan terkait keamanan ini ke masyarakat secara langsung, bukan saya kirim radiogram tapi saya langsung hadir ditengah tengah masyarakat,” tambahnya. (Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 1