Warga Keerom gelar doa lintas agama

Papuaunik, – Warga Kabupaten Keerom, Papua, pada Senin (16/9) menggelar doa syukur lintas agama, pemerintah, TNI dan Polri di Kantor Otonom.

Nampak hadir, Bupati Keerom Muh. Markum, Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto, Dansatgas Pamtas RI-PNG dari Yonif Raider 509/BY Letkol Inf Wira Muharromah, Dansatgas Pamtas RI-PNG dari Yonif Raider 300/BJW Mayor Inf Ary Sutrisno, Dansatgas Pamtas RI-PNG dari Yonif 713/ST Mayor Inf Doni Gredinand.

Lalu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Keerom Minggu Bandua, Ketua FKUB Kabupaten Keerom Pdt Karel Sapomena, Ketua Klasis GKI Kabupaten Keerom Pdt Frans Mambrasar, Ketua MUI Kabupaten Keerom KH Mahfud Muhdhor, Tokoh Agama Hindu I Made Hartana, Wakil Ketua Dewan Adat Keerom Sak Yunam, para SKPD Kabupaten Keerom dan tokoh masyarakat setempat.

Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa syukur Lintas Agama oleh Pdt Karel Sapomena, KH Mahfud Muhdhor dan I Made Hartana.

Ketua panitia doa lintas agama, Iptu Jalludin mengatakan kegiatan tersebut juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perhubungan Nasional dan Polantas Ke-64 tingkat Kabupaten Keerom.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai wujud rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa situasi Kamtibmas di Kabupaten Keerom dalam keadaan aman dan kondusif serta membangun kesadaran masyarakat agar tidak membeda-bedakan Suku, Ras, Agama dan saling bersinergi antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat tercipta kerukunan yang harmonis,” katanya.

Acara doa syukur lintas agama, kata dia, juga untuk mewujudkan Keerom yang damai sebagai wujud rasa syukur dalam semangat Tamne Yisan Kefase guna memperkokoh keutuhan NKRI.

“Mari kita merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI,” kata Jalludin.

Pdt Karel Sapomena mengatakan sepatutnya, sebagai uma manusia mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sampai dengan saat ini di Kabupaten Keerom situasinya dalam keadaan aman dan tentram.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama meningkatkan kerukunan antar umat beragama karena kerukunan adalah sesuau yang sangat indah serta mari kita menjaga kebersamaan dan persadauraan antar masyarakat.

Kami dari Tokoh Kerukunan Umat Beragama berharap kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga kerukunan dan persaudaraan antar sesama di Kabupaten Keerom, mari kita semua bergandengan tangan untuk menjaga kerukunan dan kebersamaan di tanah Keerom supaya kehidupan masyarakat tetap damai dan aman
,” kata Pdt Karel.

Bupati Keerom Muh. Markum, pada kesempatan itu menyampaikan menyambut baik kegiatan doa syukur lintas agama Tahun 2019 sebagai forum silaturahmi antarpemuka agama, Forkopimda dan masyarakat di Kabupaten Keerom.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana penyamaan persepsi terhadap berbagai upaya dalam mengatasi persoalan kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI,” katanya.

Persoalan kehidupan bermasyarakat saat ini, kata dia, telah mengalami dinamika yang cukup menyita perhatian di berbagai wilayah tanah air, marak terjadi benturan dan konflik. Terkait dengan hal tersebut sehingga hal ini kita harapkan bersama jangan sampai terjadi di daerah Kabupaten Keerom.

“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa telah terjadi peristiwa yang melukai hati masyarakat Papua terkait aksi persekusi dan rasis terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang sehingga memicu terjadinya demonstrasi yang disertai aksi anarkis di berbagai daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat,” katanya.

Untuk itu, lanjug dia, semua pihak patut bersyukur karena situasi Kabupaten Keerom tetap aman dan kondusif saat ini.

Negara kita dihadapkan dengan banyaknya penyebaran berita hoax, maka disini sangat diharapkan kepada semua pihak untuk tidak mudah terpancing isu dan menelan mentah-mentah berita yang belum jelas kebenarannya.

“Sehingga kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian di tanah Papua khususnya Kabupaten Keerom, agar lebih jeli dan bijak dalam menyikapi suatu persoalan ataupun informasi.

Terkait dengan kondusifitas wilayah dan masyarakat di daerah tentunya tidak lepas dari peran serta segenap elemen terkait seperti aparat keamanan TNI-Polri, para pimpinan agama, tokoh masyarakat, pimpinan Ormas, elemen pendidikan serta segenap komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Keerom,” katanya.

Bupati Markum mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan dan beragama, menjaga kedamaian dan keharmonisan antar suku-suku bangsa di Kabupaten Keerom, serta bersama-sama berkomitmen menyerukan semangat Keerom Damai sebagai suatu kesatuan Negara Republik Indonesia yang berdaulat.

“Sehingga mari kita satukan langkah dan pemikiran kita bersama guna mengatasi berbagai persoalan sosial dan moral di Kabupaten Keerom dan besinergi membangun daerah,” katanya.

Usai sambutan dari Bupati Markum, acara dilanjutkan dengan pembacaan ikrar komitmen bersama Keerom Damai oleh perwakilan mahasiswa Kabupaten Keerom, Herman Amos.

Adapun isi ikrar tersebut, pertama, kami menolak rasisme dan paham radikalisme.

Kedua, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kerukunan antarsuku, ras dan agama dengan penuh kasih sayang dan damai

Ketiga, tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar yang bersifat provokatif dan dapat mengancam keutuhan NKRI

Keempat, mendukung pelaksanaan penegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu kepada oknum yang melawan hukum

Kelima, menolak segala bentuk kekerasan, anarkis, narkoba dan minuman keras di Kabupaten Keerom.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Keerom Damai oleh Elemen Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama Kabupaten Keerom yang disaksikan oleh Bupati Keerom Muh Markum dan Kapolres Keerom AKBP Muji Windi Harto.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 75 = 78