Para tokoh Papua bertemu bahas Kota Jayapura terkini

Suasana pertemuan para tokoh Papua di Kota Jayapura

Papuaunik,- Para tokoh di Papua bertemu bahasa persoalan yang sedang terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Pertemuan yang digelar di Swiss-Belhotel Kota Jayapura pada Sabtu (31/8) malam itu dipimpin oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dengan tajuk tatap muka Forkopimda Provinsi Papua yang diikuti sekitar 40 orang tokoh dari semua kalangan.

Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A. Rodja, dan Kabinda Papua Brigjen TNI A.H. Napoleon.

Lalu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Provinsi Papua Muhamad Musaad, Kabid Ketahanan seni budaya, agama, kemasyarakatan dan ekonomi
Rita Tambunan, Kepala Biro Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua Suzanna Wanggai.

Kemudian, anggota DPRP Thomas Sondegau, Ketua Kerukunan Batak Kenan Sipayung, Ketua PGGP Pdt Maurry, S.Th dan Pdt Gerson Billik dari pengurus ikatan Flobamora.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 jam itu diawali dengan doa oleh Pdt Maurry.

Sementara, dalam sambutan Wagub Papua Klemen Tinal menyampaikan bahwa “Kita Bhineka Tunggal Ika yakni berbeda-beda tetap satu jua. Jadi, mari kita berjiwa besar dan kembali baik dengan hidup damai, ini semua harapan Provinsi Papua,” katanya.

Lebih lanjut mantan Bupati Mimika itu menyampaikan, “Saya harap situasi seperti ini jangan terulang kembali, agar kehidupan berbangsa ini lebih baik. Tidak ada orang lain dari Papua yang bisa membantu masalah ini tetapi orang yang telah ada di Papua yang bisa menyelesaiakanya,” ujarnya.

Tatap muka Forkopimda bersama tokoh agama dan tokoh paguyuban ini diselenggarakan dalam rangka bertukar informasi dan mencari jalan terbaik di tanah Papua agar menjadi damai dan memperkuat silaturahmi atau kerukunan antartokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini agar kita bisa dapat bersatu untuk melihat hal hal yang lebih baik kedepannya”, tegas Wagub.

Acara yang digelar pascaaksi demo anarkhis pada Kamis (29/8) menghasilkan beberapa saran dan masukan untuk langkah-langkah kedepan dalam menjaga perdamaian di Papua antara lain; penegakan hukum secara tegas bagi pelaku aksi Rasisme dan pelaku aksi demo yang melakukan penjarahan, pembakaran, pengrusakan yang anarkhis.

Lalu, Pemerintah Papua akan memberikan ganti rugi bagi korban pembakaran/ pengrusakan oleh aksi demo anarkhis sesuai mekanisme dan segera adakan rekonsiliasi agar terbangun suasana kekeluargaan dan persaudaraan se-Bangsa dan se-Tanah Air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

21 − 20 =