Enam putra asli Papua sukses menjadi prajurit komando

Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (berjabat tangan, jongkok tengah) saat menyapa salah satu orang tua dari para prajurit komando angkatan 103.

Papuaunik, – Sebanyak enam putra asli Papua dan Papua Barat sukses dilantik menjadi prajurit komando setelah pendidikan Komando angkatan 103 (Dikko-103).

Keenam putra asal timur Indonesia itu adalah Letda Inf Naftali Kawari asal Mariadei, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Serda Donatus Boyou asal SP 1 Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Serda Alfons Manibui asal Wosi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat,

Lalu, Serda Firman Halomoan Naa asal Aymaru Tengah, Sorong, Papua Barat, Prada Muhamad Nurkrisna Putra asal SP 2 Timika, Kabupaten Mimika, Papua dan Prada Elton Sonyufu asal Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pusat Pendidikan Dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus adalah lembaga pendidikan khusus dibawah satuan Kopassus.

Lembaga ini bermarkas di Batujajar Bandung Jawa barat, namun dalam mendukung proses pendidikan Pusdiklatpassus memiliki beberapa daerah latihan tetap yang tersebar di beberapa tempat antara lain di wilayah hutan pegunungan Situ lembang Bandung, Jawa Barat, Pantai Carita Anyer, Banten dan kawasan Nusakambangan di Kabupaten Cilacap, Jawah Tengah serta di beberapa tempat lainnya.

Pusdiklatpassus bertugas mencetak, mendidik dan melatih prajurit-prajurit TNI agar memiliki kemampuan khusus yang handal.

Diantara sekian banyak bentuk pendidikan dan latihan yang dilaksanakan di Pusdilkatpassus salah satu yang utama adalah menyelenggarakan pendidikan Komando (Dikko) sebagai Kawah Chandradimuka pembentukan awal prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

“Hari ini, Rabu (14/08/2019) Pusdiklatpassus melaksanakan penutupn pendidikan Komando angkatan 103 (Komando-103) di Pantai Permisan Nusakambangan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han),” sebut rilis yang diterima Papuaunik.com

Pendidikan komando menerapkan mekanisme pendidikan dengan sistem gugur, artinya sepanjang pelaksanaan pendidikan bila peserta didik dinyatakan tidak sanggup melanjutkan pendidikan maka akan dikembalikan ke satuan awal.

Dikko-103 awalnya diikuti oleh 177 peserta, namun yang berhasil lulus menyelesaikan pendidikan sejumlah 150 peserta, dan 27 peserta tidak berhasil menyelesaikan pendidikan karena berbagai hal yang tidak mampu dipenuhi selama proses pendidikan.

Sumber peserta didik adalah hasil seleksi yang sangat ketat dari seluruh Komando Utama (Kotama) TNI AD di seluruh Indonesia tak terkecuali dari bumi Cenderawasi Papua.

“Mereka adalah putra-putra terbaik kebanggaan Papua yang telah melewati sereangkaian seleksi dan pendidikan yang sangat berat sebagaimana yang dijalani oleh prajurit-prajurit lainnya dari seluruh penjuru Nusantara”.

Suasana haru dan bangga meliputi seluruh prajurit mantan siswa dan keluarga yang sengaja diundang untuk menghadiri prosesi upacara penutupan pendidikan di Pantai Permisan tersebut.

Setelah 7 bulan terpisah dari keluarga tampa komunikasi karena mereka sedang bertugas menyelesaikan rangkaian pendidikan, kini mereka diberi kesempatan saling melepas rindu untuk selanjutnya siap menyongsong tugas dan tantangan yang lebih berat.

Demikian pula yang dialami oleh prajurit-prajurit asal Papua dimana keluarga mereka juga berkesempatan hadir menyaksikan putra kebanggaan mereka menjadi prajurit Komando.

Air mata bahagia tak mampu terbendung saat mereka bertemu dan berkumpul selesai rangakain pelaksanaan upacara.

Danjen Kopassus Berkesempatan berbincang-bincang dengan prajurit mantan siswa asal Papua dan Keluarga.

Ternyata prajurit Tamtama dan Bintara yang ikut pendidikan Komando kali ini adalah mereka yang dilantik menjadi prajurit TNI AD oleh Danjen saat beliau menjabat Kasdam XVII/Cenderawasih di Rindam Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura Papua pada 2018.

Para orang tua dan keluarga mengungkapkan rasa bangga dan terimakasihnya bahwa putra mereka sekarang sudah menjadi anggota Kopassus.

Sementara itu Danjen menekankan agar prajurit senantiasa berbakti kepada orang tua dan keluarga dengan berbuat yang terbaik mengukir prestasi yang membanggakan dalam pengabdiannya kepada Bangsa dan Negara sebagai Prajurit Komando.

Danjen juga minta kepada orang tua dan keluarga untuk senantiasa mendo’akan putranya dalam melaksanakan tugas dan meniti kariernya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

59 − 53 =