Polemik Keputusan Pemilu

Papuaunik,- Hari ini Rabu 14 Agustus di tahun yang sama dengan penyelenggaraan pemilu serentak.

Keputusan KPU di bacakan dengan lancar tanpa kendala sesuatu apapun, kondisi berbeda saat pleno rekapitulasi beberapa waktu lalu, penyelenggara main mata sana sini.

Ada yang tertangkap ada pula yang tersandera, uang menjadi alat komunikasi politik pendukun demokrasi.

Polemik ini terus berlanjut ke majelis hakim, baik Gakumdu, DKPP dan Mahkamah Konstitusi. Walau ada yang diterima kemudian berakhir di jeruji besi tapi tidak sedikit yang melenggang membawa kecurangan ke kursi parlemen.

Ironi memang, tapi itulah demokrasi kong kalikong. Ada kebejatan, penipuan dan intimidasi yang menodai sebuah keputusan. Beberapa dari mereka telah ditetapkan sebagai tersangka pidana pemilu karena memindahkan suara rakyat kepada yang bukan berhak menerimanya. Biarkan proses hukum yang memenjarakan mereka yang bermain politik uang.

Tiba hari ini dimana ada yang bersorak dan juga ada yang kecewa. Pemilu kali ini katanya melahirkan wakil rakyat yang jauh dari kualitas. Mereka tidak percaya, tapi saya pribadi masih percaya dari semua wakil rakyat yang terpilih masih ada secerca harapan.

Kita berikan kepercayaan dan salam kepada mereka, seperti ucapan selamat John McCain kepada Barack Obama, Hillary kepada Trump serta kandidat presiden amerika terdahulu. Negara yang cukup beretika menjaga demokrasinya, ini positif.

Yang belum terpilih mari sama menjaga kebijakan-kebijakan penyelenggara ini sebagai momen kemenangan yang tertunda. Bagian ini adalah amanah yang harus di jaga dan dijalankan untuk kepentingan rakyat.

Saya yakin pasca ketetapan hari ini. Polemik belum berakhir, karena itu bagian dari tuntutan demokarasi.

Sabar, berlapang dada dan tidak emosional, berikan apresiasi dan ucapan atas terpilihnya mereka sebagai wakil rakyat. Dunia belum kiamat, masih banyak karya yg harus di kerjakan lewat tangan mereka, ini bagian dari proses mendewasakan dan mari kawal bersama.

Selamat atas keberhasilan anda.

Karmin Lasuliha
Ketua Partai Solidaritas Indonesia – Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

88 + = 95