Pratu DAT ditahan di POMDAM XVII/Cenderawasih

Oknum TNI yang diamnkan dari Kota Sorong, Papua Barat. (Dokumen Istimewa)

Papuaunik, – Pratu DAT, oknum anggota TNI dari Kodim 1710/Mimika terpaksa ditahan di POMDAM XVII/Cenderawasih karena terindikasi terlibat dalam jual beli amunisi.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto di Kota Jayapura, mengatakan Pratu DAT ditangkap di Sorong, Papua Barat usai melarikan diri dari satuannya.

“Pascaditangkap di Sorong dan diambil keterangan di Kodim 1802/Sorong serta ditahan sementara di Denpom XVIII-1 Sorong oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika di terbangkan ke Jayapura tadi pagi guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Pomdam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Pratu DAT yang merupakan salah satu DPO karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi kepada kelomopok bersenjata di Mimika, hingga akhirnya ditangkap pada Minggu (4/8) sekitar pukul 08.02 WIT di Jalan Jend A. Yani KM 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Gabungan antara Tim Intel Korem 181/PVT dan Unit Inteldim 1802/Sorong dpp Pasi Intel Kodim 1704/Srg beserta 6 orang anggota,” katanya dalam rilis yang diterima Papuaunik.com.

Mengenai kronologis singkat penangkapan Pratu DAT, ungkap dia, dimulai sejak pukul 02.15 WIT, dimana Tim Gabungan melaksanakan pengendapan dan pengintaian di sebuah rumah Jalan Jend A. Yani Km 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong setelah menerima informasi dari sumber tertutup.

“Pada pukul 08.02 WIT, Pratu DAT ditangkap ketika sedang mengikuti acara kedukaan. Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan di Makodim 1802/Sorong diperoleh keterangan bahwa pada 24 Juli 2019, dia menggunakan kapal perintis dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Dobo selanjutnya menginap selama 2 hari di Kompleks Kerangpante, Kabupaten Dobo,” katanya.

Kemudian, pada 29 Juli 2019, Pratu DAT menggunakan KM Tidar dari Kabupaten Dobo menuju ke Kota Sorong dan tiba pada 1 Agustus 2019.

“Selama berada di Sorong, Pratu DAT menginap dibeberapa tempat secara berpindah-pindah. Dia menginap selama satu malam di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT, begeser ke rumah rekannya atas nama Neken sampai ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT,” katanya.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.10 WIT Pratu DAT tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dari Sorong, Papua Barat dengan menggunakan pesawat JT796 dan didampingi oleh seorang perwira dari Kodim 1710/Mimika beserta seorang anggota Subdenpom Mimika.

Selanjutnya terhadap oknum TNI ini akan dilakukan rangkaian penyidikan sampai dengan proses hukum oleh Pomdam XVII/Cenderawasih.

“Perlu saya tegaskan bahwa tindakan oknum Pratu DAT ini telah membuat citra negatif bagi institusi TNI AD khususnya Kodam XVII/Cenderawasih. Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU Darurat No. 12 Tahun 51 Pratu DAT dapat dikenai sanksi hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun,” katanya.

Eko memastikan Pratu DAT dipastikan diberhentikan atau dipecat dari keanggotaan sebagai prajurit TNI AD. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

50 − = 44