Usman Hembelo, putra Yahukimo gugur untuk bantu kemajuan warga Nduga

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring ketika memimpin upacara pemakaman Pratu Anumerta Usman Hembelo di TMP Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Papuaunik,- Prada Usman Hembelo dinyatakan gugur setelah terjadi kontak tembak dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) ketika Satgas dari Yonif 755/Yalet sedang melaksanakan pengamanan pembangunan jalan transPapua di Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu pekan lalu.

Kontak tembak yang terjadi sekitar pukul 12.30 Wit tersebut mengakibatkan Prada Usman Helembo salah satu putra bangsa berasal dari Kabupaten Yahukimo gugur akibat terkena tembakan di bagian pinggang sebelah kanan.

Diduga tembakan dari dari KKSB itu berasal dari arah barat/sebelah kanan camp dengan jarak sekitar 150 meter hingga 200 meter usai Prada Usman Hembelo menyelesaikan kegiatan administrasi setelah melakukan pembukaan jalan transPapua, sebagaimana rilis yang diterima dari Korem 172/PWY.

Adanya bunyi tembakan yang mengarah kepada mereka, Danpos Nduga Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat bersama 29 anggotanya berlindung di ‘box steling’ sambil membalas tembakan. Diperkirakan kontak tembak berlangsung selama 30 menit.

Dalam situasi masih kontak tembak, Danpos Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat melakukan pengecekan dan mendapatkan Prada Usman Helembo terkena tembakan dibagian pinggang sebelah kanan dengan kondisi lemah akibat luka tembak.

Tim Kesehatan Satgas langsung menangani Prada Usman dan memasang infus serta menutup bagian luka yang terkena tembakan sedangkan anggota yang lain masih balas tembakan sambil berlindung.

Sekitar pukul 13.40 WIT, baku tembak antara satgas TNI dan kelompok separatis berhenti, hal tersebut dimanfaatkan Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat mengecek kembali anggotanya dilanjutkan dengan mempertahankan pos sambil menunggu proses evakuasi Prada Usman.

Sekitar pukul 14.12 WIT, korban luka tembak yakni Prada Usman Helembo dinyatakan meninggal dunia oleh Tim Kesehatan Satgas saat masih berlidung dari kontak tembak dilapangan.

Pukul 15.21 WIT, Helly Bell ‘take off’ dari Bandara Mozez Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, menuju Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga untuk evakuasi jenazah Prada Usman Helembo.

Namun proses evakuasi batal dilaksanakan karena kondisi cuaca yang sangat buruk dan kabut tebal sehingga Helly Bel kembali ke Timika.

Lalu, pada Minggu (21/7) pukul 11.15 WIT Helly Bell Penerbad yang membawa jenazah Almarhum Prada Usman Helembo tiba di Timika dan disemayamkan di Mayonif 754/ENK.

Pada Senin (22/7) jenazahnya diberangkatkan menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya menggunakan pesawat Trigana Air.

Jenazah Almarhum Prada Usman di makamkan secara militer di TMP Wamena yang dipimpin Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Pandit Yosua Sembiring.

Almarhun Prada Usman Helembo lahir pada 1 Mei 1996 itu, merupakan salah satu pahlawan putra terbaik bangsa berasal dari Yahukimo Papua,” kata Kepala Penerangan Korem 172/PWY Mayor Inf Romkeni.

Anak pasangan dari Almarhum Bapak Son Helembo alias Isai Halembo dan Ibu Yuhana Hubusa oleh institusinya diberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yakni dari Prada ke Pratur Anumerta.

Pratu Anumerta Usman Hembelo meninggalkan seorang ibu dan dua saudara Kandungnya yakni Yonen Helembo serta Yonince Helembo.

“Semasa hidup, Pratu Anumerta Usman Helembo dikenal rekan-rekannya sebagai prajurit yang berdedikasi dan loyal terhadap atasan maupun seniornya. Almarhum tercatat sebagai lulusan pendidikan Dikcata TNI AD Tahun 2017 di Rindam XVII/Cenderawasih,” pungkas Mayor Inf Romkeni, mantan Kasdim 1701/Jayapura.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 78 = 81