OKP Cipayung gelar deklarasi pemilu damai milenial Papua

Para OKP Cipayung Papua gelar konferensi pers terkait aksi deklarasi pemilu damai untuk milenial di Bumi Cenderawasih

Papuaunik, – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Cipayung yang ada di Provinsi Papua akan meggelar deklarasi pemilu presiden (pilpres) dan legistatif (pileg) yang damai dan aman untuk milenial Papua.

Kegiatan yang akan digelar pada Sabtu pekan ini di Taman Imbi, Kota Jayapura bertemakan ‘Deklarasi Milenial Vote Papua’ yang akan dipadukan dengan konser musik, dengan menghadirkan artis ibu kota Jakarta, Sulawesi dan lokal Papua.

“Ini merupakan kolaborasi antara OKP Cipayung dan KPU Papa,” kata ketua panitia pelaksana Hebert Amohoso didampingi sekretarisnya Andrian Kasela di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

OKP Cipayung yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut adalah PMKRI Kota Jayapura, PMII Kota Jayapura, GMNI Kota Jayapura, HMI dan GMKI Kota Jayapura.

Ia menjelaskan mengapa deklarasi pemilu damai tersebut lebih ditujukan kepada para milenial dari pada kelompok lainnya.

“Presentase DPT milenial se-Indonesia capai 30 persen. Ini mendominasi generas lainnya, atau kaum tua. Maka milenial menjadi suatu potensi atau menjadi mesin elektrolal dalam pemilu nanti. Sehingga KPU menggandeng OKP Cipayung untuk ajak kaum milenial terlibat aktif pada pemilu nanti, laksanakan hak politik untuk mencoblos,” kata Hebert.

Terkait kegiatan itu, Ketua PMKRI Beni Diktus Bame menilai bahwa persoalan politik di Papua cukup panas, sehingga peran milenial sangat penting pada hari H, 17 April 2019.

“Hampir sebagian besar generasi milenial menilai bahwa politik ini sangat jauh hingga ke luar planet sana, padahal kita tahu bahwa mereka ini penentu arah politik dari yang terbaik menjadi baik atau sebaliknya. Sehingga pada kegiatan ini kami harap milenial Papua bisa hadir,” kata Beni.

Ketua HMI Hariyanto Rumagia mengatakan pemilu 2019 merupakan pemilu pertama dalam sejarah bangsa yang menggabungkan pemilu presiden dengan pemilu legislatif.

“Pemilu 2019 ini melibatkan lima elemen penting yaitu pilih presiden, DPD, DPR RI, DPRP dan DPRD. Oleh karena itu untuk ciptakan demokrasi yang hebat, profesional dan bermartabat perlu melibatkan generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa,” kata Hariyanto.

Sementara itu, Putra Andriano menyampaikan terima kasih kepada KPU Provinsi Papua yang telah melibatkan OKP Cipayung untuk bekerjasama dalam menciptakan pemilu 2019 yang aman dan damai serta mengajak kaum milenial untuk berpartisipasi aktif.

“Berbicara milenial ini cukup kompleks. Pertama, karena milenial cenderung apatis dengan sekitarnya, dan kedua, isu yang berkembang di kaum milenial adalah politik uang, ketiga adalah milenial ini adalah komoditas para caleg untuk mencari basis suara. Diharapkan dengan acara seperti ini milenial lebih aktif dalam pemilu,” kata Putra.

Sedangkan Ketua GMKI Kota Jayapura Rafael Dviktor Tibul menilai bahwa baru kali ini OKP Cipayung di Papua mendapatkan kesempatan dari KPU setempat untuk memberikan pemahaman dan pencerahan kepada kaum milenial terkait pemilu.

“Ini pertama kali kami bersama KPU untuk buat suatu kegiatan dengan sasaran para milenial. Karena diantara kami sendiri sesama milenial atau kaum muda itu ada duri diantara daging, ada oknum yang ikut kampanyekan agar golput, ini jadi masalah dan tantangan bersama,” katanya.

Padahal milenial masa kini menjadi salah satu penentu kebijakan masa depan bangsa dan negara, tentunya harus ke TPS untuk menyalurkan hak konsitusinya.

“Milenial ini juga jadi penentu suara lima tahun kedepan. Lima menit atau berapa menit dalam bilik suara itu sudah menentukan arah kebijakan negara. Jika milenial tidak ke TPS, maka akan menikmati air mata, bukan kesejahteraan. Terkait kegiatan nanti, maka kami ajak milenial untuk ke TPS, apapun pilihannya jangan golput, tetapi ikut bertanggungjawab demokrasi diatas tanah Papua,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1