PSI gelar safari solidaritas di Kota Jayapura

Ketua DPD PSI Kota Jayapura Danial

Papuaunik, – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar safari solidaritas untuk kader dan caleg dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Papua.

Safari ini menghadirkan para pengurus pusat, diantaranya juru bicara PSI Dara Nasution dan Azmi Abubakar yang didampingi oleh Ketua DPW PSI Provinsi Papua Karmin Lasuliha dan Ketua DPD PSI Kota Jayapura Danial di Cafe Resistance, Ruko Pasific Permai, di Kota Jayapura, Senin pekan ini.

“Ini adalah kegiatan yang disebut sebagai safari toleransi atau safari soldaritas. Tujuannya sebagai penguatan menjelang hari H pesta demokrasi, penguatan internal kita sebagi partai pendukung Jokowi yaitu menangkan Jokowi pilih PSI untuk masa depan,” kata Danial.

Danial mengaku para caleg dan kader yang hadir pada kegiatan tersebut berasal dari Kota dan Kabupaten Jayapura, Sarmi dan Kabupaten Keerom.

“Ini yang hadir selain kader, adalah caleg tingkat kabupaten dan provinsi hingga DPR RI” katanya.

Berbicara soal partai, Danial mengakui jika PSI merupakan partai baru tetapi komitmen yang dibuat telah menarik simpati dan berbagai kekuatan yang ada untuk melakukan yang terbaik bagi masa Indonesia.

“Kami bahkan punya aplikasi yang bisa memantau kinerja pada politisi yang duduk di dewan, bahkan juga bisa mengusulkan untuk diganti jika kinerja jelek dan hanya PSI yang punya aplikasi seperti ini,” kata Danial.

Sementara itu, Dara Nasutian mengemukakan bahwa hanya di PSI, kaum muda dan perempuan diberikan peran yang sangat besar untuk berkarya, jika dibandingkan dengan partai lainnya yang hanya dijadikan sebagai pelengkap.

“Tapi di PSI, anak muda dan perempuan benar-benar menjadi jantungnya partai, bahkan di PSI orang biasa, bukan orang terkenal, bukan anak pejabat, tidak punya kekayaan juga bisa menjadi caleg unggulan dan berperan banyak di dalam partai,” katanya.

Dia menyebukan kepengurusan di PSI banyak diisi oleh kaum muda dan perempuan, bahkan para caleg perempuan melebih kuota 30 persen.

“Saat ini secara aturan menentukan kuota perempuan 30 persen, tapi di PSI mulai dari pengurus, sampai komposisi caleg, perempuan sebesar 45 persen, jadi bukan pelengkap,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 2