Polisi Sentani Mediasi Kasus Penganiayaan Loper SKH Cepos

Upaya mediasi yang dilakukan oleh Polsek Sentani Kota (Dokumen Polsek Sentani Kota)

Papuaunik,-Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota memediasi kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum seorang sopir angkutan kota (angkot) jurusan Waena-Sentani terhadap seorang loper surat kabar harian (SKH) Cenderawasih Pos.

Kasi Humas Polsek Sentani Kota Brigpol M. Ichsan J. Nugroho ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Jumat, mengatakan kejadian itu terjadi di Jalan Kemiri Sentani depan Apotik K24 pada Kamis (14/3).

Nugroho menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat UK(24) yang merupakan loper SKH cenderawasih pos menegur pelaku KS (23) yang merupakan supir angkot jurusan Waena-Sentani yang sedang parkir (ngetem) agar tidak parkir di tempat yang biasa di pakai UK (24) untuk menjual koran.

Lanjut dia, sebab saat mobil parkir akan menghalangi UK (24) berjualan SKH Cenderawasih Pos. Sempat terjadi adu mulut hingga keduanya tidak bisa mengendalikan emosi dan terjadi perkelahian hingga UK(24) yang merupakan loper SKH cenderawasih pos pingsan sedangkan KS (23) melarikan diri ke arah terminal Waena.

Dia mengatakan, Keluarga UK (24) yang melihat kejadian tersebut merasa tidak terima dan membuat keributan, beruntung situasi cepat diredam oleh anggota sat lantas yang sedang bertugas menjaga jalan dan di back-up oleh piket fungsi polsek Sentani Kota.

“Usai mengendalikan situasi, anggota kami yang berada di TKP langsung mengarahkan keluarga korban untuk ke polsek membuat laporan polisi,” katanya.

Kemudian, kata dia, pihaknya mengamankan salah satu rekan KS (23) agar tidak di amuk masa saat di tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta untuk menghubungi KS (23) agar datang ke Polsek Sentani Kota.

Setelah KS (23) datang ke Polsek Sentani Kota untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, keluarga korban meminta agar permasalahan tersebut tidak di bawa ke rana hukum akan tetapi di selesaikan secara kekeluargaan.

Ia menambahkan, dari hasil pertemuan antara pihak pelaku dan korban, kedua belah pihak sepakat bahwa pelaku KS (23) membayar uang sebesar Rp5 juta kepada pihak korban UK (24) sebagai uang pengobatan. (MS/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

80 + = 88