Keamanan Surat Suara Pemilu Di Jayapura

Suasana pelipatan kertas surat suara
di Kantor Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua

Papuaunik,- Keamanan surat suara dalam pemilu 2019 di Kota Jayapura, Provinsi Papua sangat riskan,hingga kini belum ada komisioner KPU Kota setempat yang bertanggungjawab penuh bersama penyelenggara lainnya untuk mengatur persiapan jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini di kota tersebut.

Pada Rabu, 27 Februari 2019, KPU Kota Jayapura menerima distribusi logistik surat suara Pemilu 2019 untuk kota tersebut.Tiga unit kendaraan kontainer yang berisi surat suara untuk pemilihan legislatif di semua tingkatan dan pasangan Capres dan Cawapres tiba di kantor KPUD kota setampat, Rabu pagi sekitar pukul 06.30 WIT.

Kala itu, tiga kontainer itu menurunkan sebanyak sebanyak 1.126 koli logistik pemilu.Dari 1.126 koli tersebut, sebanyak 1.537.842 surat suara untuk memilih calon presiden, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwaklan Rakyat (DPR) Papua dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura.

Keseluruhan surat suara untuk Pemilu 2019 tersebut ditempatkan pada sebuah gudang yang bersisian dengan kantor KPUD kota setempat.

Sekretaris KPU Kota Jayapura Virgo Solossa berharap tahapan selanjutnya yaitu pelipatan surat suara juga bisa berlangsung aman di bawah pengawasan ketat.

Virgo juga mengatakan, hingga kini belum ada pelantikan Komisioner KPUD Kota sehingga semua proses atau tahapan Pemilu ditangani langsung oleh KPU setingkat diatasnya yaitu KPU Provinsi.

Dengan tibanya logistik Pemilu tersebut, maka KPU kota Jayapura akan mulai melakukan penyotiran dan pelipatan kertas surat suara.

Berdasarkan surat dari KPU yang diterima oleh Bawaslu Kota Jayapura, bahwa KPU akan mulai melakukan pelipatan surat suara dilakukan pada 2-15 Maret 2019. Disebutkan juga dalam surat itu, bahwa penyortiran surat suara akan dilakukan di kantor KPU Kota Jayapura.

Sedangkan pelipatan surat suara akan dilakukan di kantor Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, yang terletak di Kotaraja Dalam, Abepura.

Dalam proses pelipatan surat suara tersebut, KPU kota Jayapura, melibatkan 300 pekerja yang akan diawasi langsung oleh KPU kota setempat. Surat suara dibawa dari gudang penyimpanan ke lokasi pelipatan surat suara di Kotaraja Dalam.

Surat suara tersebut akan dikembalikan lagi ke tempat semula, setelah surat suara dilipat. Proses ini akan terus dilakukan secara simultan hingga semua surat suara semuanya dilipat.

Suasana pelipatan kertas surat suara

Pergerakan Surat Suara
Mengingat krusialnya keberadaan surat suara dalam proses Pemilu dan juga belum ada komisioner KPU Kota Jayapura, maka Bawaslu Kota Jayapura mengingatkan pergerakan surat suara perlu diawasi.

Proses pelipatan surat suara yang akan dilakukan pada titik yang cukup jauh dari kantor KPU Kota Jayapura, maka Bawaslu Kota Jayapura mengingatkan agar keberadaan surat suara selama pergerakan surat suara harus benar-benar dalam pengamanan yang tinggi.

KPU Kota Jayapura diminta memastikan pergerakan surat suara tersebut harus berada di bawah pengawalan dan pengamanan ketat dari aparat keamanan serta keikutsertaan staf KPU Kota Jayapura di dalamnya.

“Pola pengamanan yang ketat ini harus tetap dilakukan, baik ketika surat suara dibawa dari gudang KPU ke lokasi tujuan pelipatan, maupun ketika surat suara akan dikembalikan lagi ke gudang milik KPU Kota Jayapura. Proses ini harus terus dilakukan setiap hari hingga pelipatan surat suara selesai,” kata Hardin Halidin, Komisioner Bawaslu Kota Jayapura.

Selain itu, KPU Kota Jayapura juga harus memastikan bahwa selain yang bertanggungjawab terhadap keamanan surat suara tersebut, aparat keamanan dan staf KPU Kota Jayapura, tidak ada seorang pun yang diperkenankan untuk ikut di dalam kendaraan yang akan membawa surat suara.

Proses penyortiran dan pelipatan surat suara harus diawasi. Mengingat banyaknya pekerja yang akan dilibatkan dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara, maka KPU Kota Jayapura harus benar-benar memastikan ada pengawas internal yang setiap saat berada di dalam lingkungan pelipatan surat suara tersebut.

“Kepada semua pekerja dan staf KPU Kota Jayapura yang bertugas mengawasi, sebaiknya diberikan tanda pengenal agar mudah dibedakan. Selain itu, KPU Kota Jayapura juga harus memastikan bahwa selain pekerja dan staf KPU Kota Jayapura yang bertugas mengawasi, tidak ada seorang pun yang diperkenankan masuk dalam ruangan tempat pelipatan surat suara,” kata Hardin Halidin.

Terkait dengan latar belakang pekerja penyortiran dan pelipatan surat suara ini, menurut Hardin, KPU Kota Jayapura harus memastikan bahwa tidak ada satupun di antara mereka yang menjadi anggota partai politik, tim atau pelaksana kampanye dari peserta Pemilu.

Suasana pelipatan kertas surat suara

Jumlah Surat Suara Harus Sama
Rinto Pakpahan, Komisioner Bawaslu Kota Jayapura lainnya mengatakan, jumlah surat suara keluar harus sama dengan jumlah surat suara masuk.KPU Kota Jayapura harus memastika bahwa jumlah surat suara yang dikeluarkan dari gudang untuk selanjutnya dilipat, harus sama persis dengan jumlah surat suara yang masuk dalam gudang kembali.

KPU Kota Jayapura harus menghindarkan surat suara dari kemungkinan cuaca yang buruk, mengingat wilayah Kota Jayapura masih berada dalam musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi, maka KPU Kota Jayapura harus memastikan ketersediaan alat dan bahan yang melindungi surat suara dari kemungkinan cuaca buruk.

“Alat dan atau bahan yang digunakan untuk melindungi surat suara dari cuaca buruk tersebut harus cukup tersedia baik di dalam kendaraan yang akan membawa surat suara ke tempat pelipatan surat suara, maupun di lokasi pelipatan surat suara,” katanya.

Keamanan Gudang
Ketua Bawaslu Kota Jayapura Frans Rumsarwir menegaskan keamanan gudang penyimpanan logistik harus dipastikan. KPU Kota Jayapura harus memastikan kondisi gudang logistik Pemilu 2019, terutama surat suara, agar tetap dalam kondisi yang aman.

“Keamanan gudang ini terkait dengan kemungkinan adanya upaya tindak kriminal,maupun dari pengaruh cuaca yang buruk, baik hujan, genangan air maupun banjir dan kebakaran,” ujar Frans.

Untuk itu, kata dia, keberadaan aparat keamanan dan staf KPU Kota Jayapura di sekitar gudang logistik Pemilu 2019 harus selalu tersedia.

Bawaslu Kota Jayapura akan melakukan pengawasan melekat. Bawaslu Kota Jayapura akan memastikan bersama-sama dengan KPU Kota Jayapura senantiasa mengawasi proses pelipatan surat suara.

“Pengawasan ini mulai dari pergerakan surat suara dari gudang ke titik pelipatan surat suara, pada saat proses pelipatan surat suara, dan pergerakan surat suara ketika dikembalikan lagi ke dalam gudang KPU Kota Jayapura,” kata Frans Rumsarwir.(Ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 1