Steven Abraham temukan sejumlah persoalan saat reses ke Nduga

SPBU di Kenyam, Kabupaten Nduga

Papuaunik, – Anggota Komisi VI DPR RI Steven Abraham mengaku menemukan sejumlah persoalan saat melaksanakan reses ke Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Rabu (20/2).

“Saat reses ke Kenyam, Kabupaten Nduga saya temui sejumlah pihak dan melakukan kunjungan ke beberapa tempat. Banyak hal yang saya lihat dan terima saran serta masukan,” katanya di Kota Jayapura pada pekan kemarin.

Komisi VI DPR RI yang melingkupi ruang kerja industri, investasi dan persaingan usaha dengan mitra kerja Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian BUMN dan Seluruh BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Lalu dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPK Sabang), dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

“Nah, di Kenyam. Saya temukan BBM bensin dengan harga Rp30 ribu/liter dan solar Rp15 ribu/liter. Ini berarti tidak sama dengan semangat BBM satu harga. SPBU disana tidak berfungsi selama setahun terakhir sebagaimana keterangan dari pejabat Disperidagkop setempat,” katanya.

Persoalan lain adalah jaringan telekomunikasi yang buruk yang perlu ditingkatkan baik kapasitas dan kualitas jaringannya mengingat di Nduga sedang dilaksanakan pembangunan jalan transPapua sehingga diperlukan sinergitas untuk mendukung percepatan.

“Hal ini sebenarnya sudah saya sampaikan kepada Telkom dan Telkomsel, termasuk paket telepon yang mahal bahkan ada produk layanan yang tidak berlaku di Papua, hanya di pulau Jawa saja. Inikan tidak adil, apalagi biaya telepon mahal,” katanya.

Selain itu, lanjut politisi Gerindra, ternyata di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga penerangan hanya berlaku selama lima jam karena hanya ada PLTS bukan PLTD atau pembangkit lainnya.

“Listrik hanya berlaku selama lima jam dari pukul 18.00 WIT hingga 23.00 WIT. Seharusnya bisa lebih dari itu, harapannya setelah jalan transPapua yang lewati Kenyam, harus ada PLTD atau lainnya agar masyarakat bisa merasakan penerangan,” katanya.

Selama di Kenyam, Kabupaten Nduga, Steven Abraham mengaku bertemu dengan anggota DPR dan pejabat OPD setempat serta Bupati Nduga Yairus Gwijangge.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 84 = 92