Gercin NKRI apresiasi kinerja Polda Metro Jaya

Ketua Umum DPN Gercin NKRI Hendrik Yance Udam (empat kiri) berpose bersama pengurus

Papuaunik, – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerakan Cinta (Gercin) NKRI mengapresiasi kinerja dari Polda Metro Jaya yang telah menetapkan Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen sebagai tersangka dalam dugaan pemukulan oknum pegawai KPK di Hotel Borobudur beberapa waktu lalu.

“Kerja profesional yang di lakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya adalah merupakan bagian dari pada gerakan cepat dalam penanganan kasus tersebut yang sudah menjadi viral dan sudah mendapatkan soroton publik Indonesia,” kata Ketua Umum DPN Gercin NKRI Hendrik Yance Udam dalam rilis yang diterima, Sabtu (23/2).

Untuk itu, Hendrik Yance Udam yang akrab disapa HYU meminta agar Polda Metro Jaya segera menahan Sekda Papua karena sudahtetapkan sebagai tersangka.

“Kami juga meminta kepada Imgrasi supaya mencekal Sekda Papua agar tidak keluar negri,” katanya.

Hal ini harus dilakukan agar ada efek jera bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak emosional dalam menyelesaikan persoalan, serta tidak main hakim sendiri dengan melakukan penganiayaan atau pemukulan.

“Pak Mendagri juga harus segera mengambil sikap tegas atas penetapan Sekda Papua oleh Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan pemukulan terhadapa oknum KPK di Hotel Borobudur beberapa hari yang lalu dan menggantikan Sekda Papua kepada orang yang berkompeten dalam pengelolaan pemerintahan yang ada di Bumi Cenderawasih,” katanya.

Menurut dia, sikap tidak terpuji yang di lakukan oleh Sekda Provinsi Papua Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen itu adalah merupakan contohan yang buruk bagi ASN yang ada di Papua.

“Dan contoh yang buruk bagi ASN yang ada di seluruh Indonesia, apalagi beliau ini adalah seorang pamong,” katanya.

HYU juga mendesak agar pegacara Pemerintah Provinsi Papua Stefanus Roy Rening untuk segara mengungkapkan ke publik siapa oknum yang ada di dalam rombongan Gubernur Papua yang diduga berkerja sama dengan KPK dalam kasus tersebut.

“Sebab kalau pengacaranya tidak bisa menyebutkan oknum dalam rombongan yang berkerja sama dengan KPK untuk membocorkan rapat

di Hotel Borobudur maka saya dapat menduga bahwa pengacara sedang menyebarakan berita Hoax dan melakukan fitnah politik dan mencari kambing hitam dalam kasus tersebut,” katanya.

“Saya tantang pengacara Pemerintah Provinsi Papua yaitu bung Stefanus Roy Rening untuk menyebutkan siapa oknum tersebut yang dimaksud sehingga publik bisa mengetahui hal tersebut,” katanya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + = 13