Pandangan Badko HMI Sulteng Soal Insiden yang menimpa Warga Papua

Indonesia di bangun dengan penuh perjuangan. Keadilan narasi merupakan salah satu dari bagi perjuangan para pahlawan dalam menciptakan persatuan dan kesatuan. Betapa sejuknya Indonesia saat itu yang hidup dilautan keadilan narasi.

Saya menyesalkan insiden yang menimpa warga Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Insiden itu telah mempertontonkan persekusi yang dilakukan sejumlah oknum hingga membuat keresahan di masyarakat, khususnya bagi warga Papua. Semangat keindonesiaan harus hidup di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Melihat fakta persekusi kepada warga Papua, ini tidak boleh terjadi. Persekusi adalah bentuk pengkhianatan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengenal betul arti keberagaman serta keharmonisan antar sesama.

Karena dampak bagi yang merasakan persekusi itu, membuat orang kuat bertarung, apapun konsekwensinya, karena yang dilukai adalah eksistensi dirinya.

Insiden pada Senin (19/8/2019) kemarin adalah bentuk kegagalan memaknai keragaman, karena memandang setiap yang beda adalah salah dan buruk. Padahal, jarak diantara kita hanya ‘satu tarikan napas’ yang membedakan kita hanya akal sehat.

Seluruh anak bangsa harus komitmen menciptakan susana kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis. Mengedepankan sikap menghargai sesama tanpa mempersoalkan perbedaan apapun itu, miskin dan kaya sekalipun.

Selain itu, seluruh generasi bangsa harus merawat suasana harmonis dan menyejukkan. Melalui keadilan narasi, tidak boleh ada narasi-narasi yang berujung pada hancurnya element kebangsaan. Indonesia bisa merdeka berkat narasi kemerdekaan yang diungkapkan dengan penuh perjuangan.

Kalau pun ada yang melakukan kesalahan, jangan ada sikap menghakimi. Dampak besarnya adalah nilai identitas kita sedang diserang.

Oleh : Muhammad Rafiq

Formater/Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

92 − = 85